Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Dishub DKI Tunggu Intruksi Gubernur Anies Terkait Operasional Terminal Setelah PSBB Transisi Dicabut

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI belum memutuskan operasional Bus di terminal usai PSBB transisi resmi dicabut pada Senin (14/9/2020).

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kondisi di Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (19/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI belum memutuskan operasional Bus di terminal usai PSBB transisi resmi dicabut pada Senin (14/9/2020).

Dikonfirmasi apakah operasional terminal kembali dibatasi hingga pukul 18.00 WIB sebagaimana saat PSBB awal yang diberlakukan Pemprov DKI Jakarta.

Kepala UPT Terminal Dishub DKI Muslim mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan resmi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait operasional.

"Masih menunggu SK (Surat Keputusan) Gubernur atau SK Kadishub (Kepala Dinas Perhubungan) yang sedang dirumuskan," kata Muslim saat dikonfirmasi di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (10/9/2020).

Dari SK yang masih digodok itu nantinya juga diketahui apa operasional bus antar kota antar provinsi (AKAP) kembali dibatasi atau tidak.

Pasalnya saat PSBB yang diberlakukan belum memasuki masa transisi Pemprov DKI hanya membuka keberangkatan bus AKAP di Terminal Pulo Gebang.

Terminal yang dikelola Dinas Perhubungan DKI Jakarta selain Terminal Pulo Gebang hanya melayani perjalanan bus rute dalam kota Jabodetabek.

"Sekarang masih dikaji (operasional bus di terminal). Kan mulai Senin depan penerapan ulang PSBB nya. Untuk jumlah maksimal penumpang bus sekarang tetap 50 persen dari kapasitas," ujarnya.

Kasatpel Operasional dan Kemitraan Terminal Pulo Gebang, Afif Muhroji menuturkan hingga kini jumlah keberangkatan penumpang belum normal.

Rapat Kordinasi Dengan Anies Baswedan, Pemkot Bekasi Paparkan Kondisi Peningkatan Kasus Covid-19

Diduga Rayu Janda untuk Nikah hingga Bercinta, Terkuak Oknum Pejabat Pemprov Sebentar Lagi Pensiun

Pun saat PSBB Transisi surat izin keluar masuk (SIKM) yang jadi syarat keberangkatan penumpang diganti jadi Corona Likelihood Metric (CLM).

"Sebelum pandemi keberangkatan penumpang pada hari kerja 2-3 ribu penumpang, hari libur 5-6 ribu penumpang. Sekarang jumlah keberangkatan per hari berkisar 700-900 penumpang," tutur Afif.

Seperti Muslim, Afif menyebut pihaknya menunggu keputusan resmi Anies terkait ada atau tidaknya perubahan operasional usai PSBB Transisi dicabut.

"Masih menunggu SK-nya, kita (pengelola Terminal Pulo Gebang) cuman pelaksana," lanjut dia.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved