Terjadi Lagi Napi Kendalikan Narkoba dari Lapas, DPR: Pergerakan Tak Terkendali, Pengawasan Lumpuh

narapidana di Lapas Klas 1 Cipinang mengendalikan peredaran sabu dan berhasil di ungkap Polsek Kebon Jeruk.

Editor: Wahyu Aji
Kompas.com
Ilustrasi penjara 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lemahnya pengawasan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), membuat para bandar bebas mengendalikan narkotika.

Terbaru, seorang narapidana di Lapas Klas 1 Cipinang mengendalikan peredaran sabu dan berhasil di ungkap Polsek Kebon Jeruk.

Kasus ini memperlihatkan pengawasan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (kanwilkumham) DKI terhadap lapas dan rutan yang dibawahnya lemah.

Polsek Kebon Jeruk Ungkap 1,3 Kg Sabu Jaringan Lapas

Karena sebelumnya, Kamis (20/8/2020) seorang narapidana membuat pabrik ekstasi di kamar rumah sakit, dan ada juga narapidana yang diduga tewas overdosis di rutan Salemba, Minggu (12/9/2020).

Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan yang sudah berkali-kali meminta dilakukan reformasi pemasyarakatan.

Pasalnya, bila ini terus dibiarkan, akan menjadi lingkaran setan dan kasus ini terus terulang.

"Pergerakan narapidana seakan tak terkendali, dan pengawasan menjadi lumpuh," kata Hinca Pandjaitan, kemarin.

Karena lumpuhnya pengawasan, kata Hinca membuat para bandar yang ada didalamnya bisa bergerak bebas.

Hal itulah yang akhirnya terjadi di rutan Salemba kemarin dengan adanya napi yang membuat pabrik ekstasi dan napi yang over dosis.

"Makanya lakukan reformasi seluruhnya. Kemarin karutan dan kepala keamanan sudah, lanjutkan hingga ke tingkat kepala kantor wilayah dan Kadiv PAS DKI," ujarnya.

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, selama puluhan tahun dan hingga saat ini, didalam lapas dan rutan selalu membiarkan bandar besar bertemu setiap hari dengan pecandu.

Bahkan, dengan banyaknya oknum petugas yang terlibat, membuat hal ini semakin merajalela dan mereka semakin bebas.

"Secara tidak langsung, sistem ini sudah membentuk pasar baru dan bukannya menyembuhkan, malah membuat kronis tingkat peredaran," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Polsek Kebon Jeruk mengagalkan peredaran narkoba jenis sabu sebanyak 1,3 kilogram. 

Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol R. Sigit Kumono menuturkan kedua pengedar ini disinyalir mendapatkan barang haram itu dari seorang napi yang sedang mendekam di salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jakarta.

"(Barang) dari lapas di Jakarta. Jadi dikendalikan napi di lapas di Jakarta," kata Sigit di Mapolsek Kebon Jeruk, Jumat (11/9/2020).

Sigit menjelaskan, kedua pengedar ini diamankan di tempat kost mereka di wilayah Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Dalam hasil pemeriksaan, kedua pengedar mengaku sudah beraksi sejak Maret 2020.

"Mereka sudah 15 sampai 20 kali mengedarkan sabu," ujar Sigit.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved