Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Anies Berlakukan Pengetatan PSBB Berdasar Kasus Aktif Covid di Jakarta 49 Persen Dalam 12 Hari

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan pengetatan PSBB kembali menyusul kasus aktif Covid-19 mencapai 49 persen dalam 12 hari.

Tangkapan layar YouTube Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedang konferensi pers terkait pengetatan PSBB di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (13/9/2020). Turut hadir Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Dr Asri Agung Putra, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan pengetatan PSBB kembali, menyusul kasus aktif Covid-19 mencapai 49 persen dalam 12 hari.

Kondisi wabah Covid-19 di Jakarta saat ini agak berbeda dengan situasi sebelumnya.

Menurut Anies, wabah ini dinamis, di mana ada ada masa jumlah kasus aktif menurun, tapi ada masa jumlah kasus aktif meningkat.

Pada 30 Agustus, kasus aktif di Jakarta mencapai 7960. Namun, berikutnya sampai 11 September kasus aktif meningkat dan angkanya tinggi. 

"Sampai 11 September kemarin, jadi 12 hari pertama, bertambah sebesar 3.864 kasus atau sekitar 49 persen dibandingkan akhir Agustus," ungkap Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, Minggu (13/9/2020).

Anies menjelaskan, selama 12 hari ini menyumbang 25 persen kasus positif dalam rentang 190 hari lebih atau terhitung sejak 3 Maret 2020. 

Pengetatan PSBB di Jakarta Mulai 14 September, Ojol Boleh Angkut Penumpang

"Bila kita lihat rentangnya dari 3 Maret pada saat pertama kali ada kasus positif diumumkan sampai tanggal 11 September, ini lebih dari 190 hari, 12 hari terakhir kemarin menyumbangkan 25 persen kasus positif," imbuh dia.

Ia tak menampik memang yang sembuh juga kontrbusinya 23 persen, tapi yang meninggal dalam 12 hari terakhir adalah 14 persen.

"Jadi kurang lebih selama 190 hari ada 12 hari di mana kita menyaksikan peningkatan yang signifikan."

"Itulah sebabnya kita merasa perlu untuk melakukan langkah ekstra bagi penananan Covid-19 di Jakarta," terang dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved