Breaking News:

TNI AU: Temuan Selongsong di Pondok Gede Merupakan Peluru Mantul

Kadispen AU Marsma Fajar Adrianto mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tertulis dari warga perihal temuan selongsong peluru tersebut.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Kadispen TNI AU Marsma Fajar Adriyanto di Halim Perdanakusuma 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK GEDE - Temuan selongsong peluru di Perumahan Nirvana Residence, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi merupakan peluru mantul dari aktivitas latihan menembak TNI AU di komplek Halim.

Kadispen AU Marsma Fajar Adrianto mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tertulis dari warga perihal temuan selongsong peluru tersebut.

"Paskhas sudah langsung ke sana setelah warga mengirim surat, kemarin, (12/9), diselesaikan saat itu juga dengan kondusif," kata Fajar, Minggu, (13/9/2020).

Menurut dia, temuan selongsong peluru itu memang berasal dari aktivitas prajurit di lapangan tembak Halim dekat komplek perumahan.

Kejadian ini terjadi akibat rekoset atau peluru mantul dari sasaran tembak saat aktivitas latihan.

Di area lapangan tembak, pihaknya sudah melengkapi pengaman berupa dinding tinggi disekelilingnya.

"Tapi karena peluru kecepatannya tinggi, bisa saja dia mengenai batu lalu mantul atau rekoset namanya," ungkap Fajar.

PSBB Diperketat, Pedagang: Kalau Saya Stop Dagang Emang Ada Jaminan Dapat Uang?

PSBB Kembali Diterapkan Mulai Senin Besok, Pengusaha Warteg Khawatir Omzet Kembali Menurun

Jelang PSBB Diberlakukan Kembali, Taman Impian Jaya Ancol Dikunjungi Belasan Ribu Pengunjung

Dia memastikan, peluru rekoset ini tidak memiliki dampak yang membahayakan. Kejadian di Pondok Gede juga baru pertama terjadi dan tidak menimbulkan dampak apapun.

"Sasaran yang berpotensi rekoset ke pemukiman warga sudah kami pindahkan, kita juga akan lebih berhati-hati, lebih safety," terangnya.

Fajar menambahkan, sejauh ini dia belum menerima laporan adanya kerusakan dari dampak peluru rekoset itu.

Tetapi, TNI AU memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap mengganti rugi jika ada warga yang merasa dirugikan dari kejadian ini.

"Kalau memang ada kerusakan silakan lapor kami akan ganti rugi, kami terbuka juga sama pak RT dan RW-nya," tegas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved