Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Mulai Senin Berlaku Pengetatan PSBB, Pengusaha Warteg Khawatir Omzet Kembali Menurun

Diceritakan Priyatmoko, ketika PSBB normal diterapkan di DKI Jakarta beberapa bulan lalu, warung makan miliknya mengalami penurunan pendapatan

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan diterapkan di Jakarta 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Pemilik warung khawatir akan berdampak penerapan kembali pengetatan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Jakarta mulai Senin (14/9/2020).

Priyatmoko (34), salah satu pemilik warung makan di Jalan Lodan Raya, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, mengaku khawatir pengetatan PSBB secara ketat bakal membuat warungnya sepi pelanggan.

Diceritakan Priyatmoko, ketika PSBB normal diterapkan di DKI Jakarta beberapa bulan lalu, warung makan miliknya mengalami penurunan pendapatan.

Dengan diterapkannya pengetatan PSBB kembali di DKI Jakarta mulai Senin, dirinya mengaku cukup khawatir hal tersebut kembali terjadi.

"Ya pasti omzet menurun lah, karena kalo PSBB kan orang nggak keluar rumah, jadi sepi pelanggan," kata Priyatmoko ditemui di warungnya, Minggu (13/9/2020).

Priyatmoko sempat mengalami penurunan pendapatan sampai 50 persen ketika PSBB di DKI Jakarta diberlakukan beberapa bulan lalu terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

Jelang PSBB Diberlakukan Kembali, Taman Impian Jaya Ancol Dikunjungi Belasan Ribu Pengunjung

Detik-detik Tegangnya Nagita Slavina Jalani Swab Test, Disoraki saat Minta Ini: Tunggu, Tunggu!

Perketat Pengawasan PSBB, Tak Pakai Masker Bakal Didenda hingga Rp 1 Juta

"Waktu PSBB kemarin itu penurunan omzet sampai 50 persen, sangat-sangat terasa banget," katanya.

Priyatmoko pun berharap ke depannya pemerintah bisa terus memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

Meskipun pengetatan PSBB berpotensi membuat warungnya sepi pelanggan, bantuan dari pemerintah akan sangat bermanfaat.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya memutuskan menarik rem darurat untuk kembali menerapkan pengetatan PSBB seperti awal kemunculan Covid-19 di Ibu Kota.

Masa PSBB itu resmi diberlakukan pada 14 September hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Pasalnya, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020), Anies tak menjelaskan secara detail rentang waktu pemberlakuan PSBB.

Keputusan pemberlakuan kembali PSBB ketat, menurut Anies, juga mengikuti arahan Presiden Joko Widodo yang meminta aspek kesehatan lebih dipentingkan.

"Seluruh tempat hiburan akan ditutup, kegiatan yang dikelola Pemprov DKI seperti Ragunan, Monas, Ancol, taman kota dan kegiatan belajar tetap di rumah," kata Anies, Rabu (9/9/2020).

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved