Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Pemerintah Kota Tangerang Wacanakan Larangan Isolasi Mandiri Untuk Pasien OTG

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah menginginkan adanya larangan soal pelaksanaan isolasi mandiri di rumah untuk pasien OTG.

TribunJakarta/Ega Alfreda
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat melakukan rapat koordinasi soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dilakukan oleh Pemprov DKI, Jumat (11/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang menginginkan adanya  larangan isolasi mandiri untuk pasien orang tanpa gejala (OTG) Covid-19.

Sebab, OTG di Kota Tangerang menyumbangkan jumlah terbesar dalam kasus Covid-19 dan diperbolehkan melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya.

Kendati demikian, Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah menginginkan adanya larangan soal pelaksanaan isolasi mandiri di rumah untuk pasien OTG.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun sudah membuat peraturan yang mengatur larangan isolasi mandiri.

"Inginnya sih, makanya dapat berita pemerintah pusat mau meng-cover biaya hotel yang OTG, ini kita coba jajaki," kata Arief saat dihubungi, Senin (14/9/2020).

Munculnya ide larangan isolasi mandiri karena munculnya fenomena pasien OTG yang suka nekat berkeliaran saat karantina.

Arief pun berencana untuk mengisolasi pasien OTG selama lima sampai tujuh hari untuk beradaptasi sementara sebagai pasien OTG.

"Kita lagi mikirin, mungkin mereka diisolasi selama lima hari sampai seminggu. artinya mereka perlu beradaptasi dengan hal-hal yang mereka lakukan selama mereka terpapar," jelas Arief.

Wakil Ketua DPRD DKI Minta Anies Baswedan Berikan BLT kepada Warga Terdampak Pengetatan PSBB

PSBB Ketat Diberlakukan, Forkopimko Jakarta Utara Cek Protokol Kesehatan di Lingkungan Industri

Dimana, nantinya setelah satu pekan, pasien OTG diperbolehkan pulang ke rumah untuk melanjutkan karantina secara mandiri.

"Jadi kalau lima sampai tujuh hari isolasi mandiri, baru bisa isolasi mandiri di rumah. Karena khawatir mereka yang positif langsung isolasi mandiri di rumah cuek-cuek saja," ucap Arief.

Padahal, sampai detik ini ruang perawatan atau tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Kota Tangerang sudah hampir penuh.

Menurut Arief, sudah 70 persen kapasitas yang disediakan sudah terisi penuh oleh pasien Covid-19.

"Sekarang yang terisi sudah 70 persen, jadi ruang isolasi itu 437. Kemarin kita sudah berbicara dengan rumah sakit sedang diinfentarisir lagi, mungkin ada penambahan 150 lagi," tutup Arief.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved