Sisi Lain Metropolitan
Cerita Mona, Ajak Masyarakat Peduli Sampah Hingga Memiliki Nilai Ekonomis
Dimulai dengan gerakan memungut sampah, ia membangun kesadaran dalam diri masyarakat secara bertahap.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Mengubah paradigma tiap individu tentang sampah, Mona Windoe ajarkan masyarakat daur ulang sampah.
Mona merupakan pengurus sekaligus jemaat Gereja Keluarga Kudus Paroki Rawamangun, Jakarta Timur.
Sejak lima tahun lalu, ibu tiga anak ini fokus mengajak masyarakat untuk peduli terhadap sampah, baik sampah organik maupun anorganik.
Alasannya, ia melihat masih banyak masyarakat yang menganggap sampah sebagai hal yang sepele.
Selain itu, Mona menuturkan bila sejumlah individu masih menganggap sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna.
"Yang mencentuskan saya sendiri. Intinya mau mengubah paradigma seseorang bahwa selama ini sampah dianggapnya tidak berguna. Masih banyak orang yang menganggap, ngapain sih ngurusin sampah dan milah sampah," jelasnya kepada TribunJakarta.com, Selasa (15/9/2020).
Akhirnya, berangkat dari hal tersebutlah ia coba memberikan pelatihan pendaur ulangan sampah kepada jemaat gereja.
Selanjutnya disusul kepada masyarakat sekitaran dan masyarakat umum lainnya pada 12 Februari 2015 lalu.
"Jadi 5 tahun lalu itu kita sudah mulai melakukan pendaur ulangan sampah," sambungnya.
Pro dan kontra
Layaknya sebuah gerakan, tentunya ada pro dan kontra yang Mona terima.
Untuk itu, ia memulai semuanya dengan sosialisasi lebih dulu kepada jemaat gereja.
Sayangnya, tak semuanya langsung menerima hal tersebut dengan lapang dada
Sejumlah penolakan saat sosialisasi pun ia dapatkan.