Breaking News:

Antisipasi Virusa Corona di DKI

Tak Pakai Masker, Pengendara di Mampang Dihukum Lafalkan Pancasila

Kasatpol PP Kelurahan Mampang Prapatan Achmad Saiful menjelaskan, operasi yustisi ini berlangsung selama dua jam sejak pukul 14.00 WIB hingga 16.00

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Salah satu pelanggar PSBB yang disanksi melafalkan Pancasila dan kerja sosial di Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Petugas gabungan dari TNI-Polri dan Satpol PP menggelar operasi yustisi protokol kesehatan Covid-19 di Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2020).

Operasi ini menyasar pengendara yang tidak mematuhi protokol kesehatan, khususnya dalam penggunaan masker.

Sejumlah pengendara yang tidak menggunakan masker pun terjaring operasi ini.

Salah satunya adalah pemuda bernama Aan. Ia terpaksa diberhentikan petugas ketika melintas di Jalan Mampang Prapatan Raya lantaran tidak memakai masker.

Setelah menyerahkan kartu identitas, Aan diminta mengenakan rompi oranye bertuliskan pelanggar PSBB.

"Kamu tahu kesalahan kamu apa?" tanya Kapolsek Mampang Prapatan Kompol Sujarwo.

"Siap, tahu Pak. Saya tidak menggunakan masker," jawab Aan.

Pengetatan PSBB, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Larang Pelaku Usaha Salon Terima Pelanggan di Tempat

Jenguk Syekh Ali Jaber saat Malam, Mahfud MD Heran Lihat Kondisi Sang Ulama: Saya Awalnya Galau

Aan kemudian dijatuhi sanksi sosial dengan melafalkan teks Pancasila.

Ia terlihat grogi hingga salah mengucapkan sila keempat. Aan diberikan kesempatan kedua dan berhasil melafalkan Pancasila dengan sempurna.

Hukuman Aan belum selesai. Seusai melafalkan Pancasila, ia disanksi kerja sosial dengan menyapu jalan.

"Karena kamu tadi salah, sekarang kamu nyapu dulu," ujar Sujarwo.

Sementara itu, Kasatpol PP Kelurahan Mampang Prapatan Achmad Saiful menjelaskan, operasi yustisi ini berlangsung selama dua jam sejak pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB.

"Tadi sudah ada enam orang yang dikenakan sanksi karena melanggar protokol kesehatan. Lima orang disanksi kerja sosial, satu orang membayar denda," kata Achmad.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved