Tutup dari Kunjungan Publik, Seperti Ini Nasib Satwa di Jakarta Aquarium

Objek wisata berbau edukasi ini memiliki luas hampir 1 hektare dengan koleksi satwa akuatik dan non akuatik di dalamnya

Tayang:
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Beberapa koleksi satwa di Jakarta Aquarium saat tutup dari kunjungan publik, Selasa (15/9/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG DUREN - Mengikuti kebijakan pemerintah soal adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejumlah tempat wisata tutup dari kunjungan publik.

Tak terkecuali bagi objek wisata Jakarta Aquarium, di Neo Soho Mal Jakarta Barat.

Objek wisata berbau edukasi ini memiliki luas hampir 1 hektare dengan koleksi satwa akuatik dan non akuatik di dalamnya.

Lantas bagaimana nasib para satwa saat tutup dari kunjungan publik?

TribunJakarta.com, berkesempatan menengok para satwa di Jakarta Aquarium saat hari kedua pelaksanaan PSBB ketat DKI Jakarta hari ini.

Beberapa koleksi satwa di Jakarta Aquarium saat tutup dari kunjungan publik, Selasa (15/9/2020).
Beberapa koleksi satwa di Jakarta Aquarium saat tutup dari kunjungan publik, Selasa (15/9/2020). (TribunJakarta/Pebby Ade Liana)

Meski tutup dari kunjungan publik, namun kegiatan pemeliharaan masih terus berjalan.

Apalagi, ada lebih dari 3000 spesies satwa di kawasan konservasi ini.

Tak hanya satwa akuatik saja, melainkan ada beberapa satwa non akuatik khas Indonesia juga berada di Jakarta Aquarium, seperti Binturong, juga Walabi.

"Keadaan pemeliharaan tetap terus berlanjut seperti dengan keadaan normal. Bahkan beberapa memerlukan perhatian khusus dalam arti beberapa satwa membutuhkan karantina khusus," kata Head of Social, Branding, dan Communication Jakarta Aquarium, Fira Basuki, Selasa (15/9/2020).

Meski tutup dari kunjungan publik, Fira memastikan bahwa tak ada yang berubah dengan pemeliharaan para satwa baik dalam kondisi normal atau saat PSBB ini.

Mulai dari kuantitas dan kualitas makannya, nutrisinya, bahkan hingga perawatannya.

Namun hal ini lah yang nyatanya menjadi tantangan sulit bagi pengelola Jakarta Aquarium.

Memiliki lebih dari 3000 spesies hewan, tentu membutuhkan budget yang tidak sedikit dalam hal perawatannya.

Belum lagi dengan biaya listrik, lampu, AC, dan segala regulator air yang harus dibiarkan tetap menyala demi kelangsungan hidup hewan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved