Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Rumah Singgah OTG Kabupaten Tangerang Sudah Beroperasi, Simak Syarat Isolasi di Hotel Yasmin

Sekretaris Daerah Moch. Maesyal Rasyid mengatakan pihaknya sudah siap mengoperasionalkan kembali rumah singgah Covid-19.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Tujuh anggota DPRD DKI Jakarta bertandang ke rumah singgah penanganan Orang Tanpa Gejala (OTG) di Hotel Yasmin yang berlokasi di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CURUG - Pemerintah Kabupaten Tangerang sudah mulai mengaktifkan operasional rumah singah pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) di Hotel Yasmin, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Sekretaris Daerah Moch. Maesyal Rasyid mengatakan pihaknya sudah siap mengoperasionalkan kembali rumah singgah Covid-19.

"Saat ini pasien Covid-19 yang OTG sekitar 107, kita maksimalkan di hotel singgah agar tidak menularkan kemana-mana yang nantinya menjadi klaster baru," ujar Maesyal setelah meninjau Hotel Yasmin, Kamis (17/9/2020).

Ia juga memastikan kalau fasilitas penunjang pasien OTG di Hotel Yasmin harus dalam keadaan prima dan sesuai dengan standar operasional penanganan Covid-19.

"Di hotel singgah Covid-19 ini, pasien akan menjalankan isolasi menempati fasilitas yang layak agar imunitas terjaga disiapkan oleh Pemkab Tangerang," sambung Sekda.

Dikesempatan yang sama, Penanggung jawab rumah singgah Kabupaten Tangerang Hotel Yasmin, Muhlis menjelaskan persyaratan wajib rujukan untuk pasien OTG.

Dirlantas Polda Metro Duga Ada Unsur Kecelakaan Lalu Lintas Kasus Tewasnya Briptu Andry

Dua Pelaku Mutilasi Kalibata City Ditangkap di Depok, Baru Mengontrak Dua Hari

Wagub DKI Duga Sekda Saefullah Terpapar Covid-19 Saat Ikut Rapat Paripurna DPRD

Diantaranya, pasien OTG merupakan rujukan dari puskesmas dan diantar langsung oleh petugas kesehatan puskesmas sambil membawa hasil swab PCR/TCM dengan hasil positif.

"Untuk di hotel singgah Covid-19 hanya melayani pasien OTG, setelah hasil swab PCR/TMC positif dan dibawa oleh petugas puskesmas tidak boleh sendiri atau dihantar oleh keluarga," jelas Muhlis.

Untuk pasien mandiri harus berusia 14 sampai dengan 60 tahun.

Sementara, lanjut Muhlis, untuk pasien berumur di atas 60 tahun harus dengan asessment PIC Dinas Kesehatan.

Kemudian untuk klaster keluarga pasien kurang dari 14 tahun harus dengan pendamping yang nantinya disiapkan pula ruangan terkonesi dengan ruang bersebelahan khusus bagi pasien klaster keluarga.

"Sementara klaster keluarga kita siapkan, jika satu keluarga terpapar dapat diisolasi disini dengan ruang yang terkoneksi ruangan," jelas Muhlis.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved