Pemkot Jakarta Timur Targetkan Pembangunan Waduk Pilar Jati Rampung Tahun Ini
Wali Kota Jakarta Timur M Anwar mengatakan pembangunan ditarget segera rampung agar saat musim hujan tiba sudah bisa berfungsi sepenuhnya
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Pemkot Jakarta Timur menargetkan pembangunan Waduk Pilar Jati di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar rampung pada tahun 2020 ini.
Wali Kota Jakarta Timur M Anwar mengatakan pembangunan ditarget segera rampung agar saat musim hujan tiba sudah bisa berfungsi sepenuhnya.
"Mungkin di bulan ini akan cepat selesai, karna alat kita banyak. Kemarin turun hujan sudah ada manfaatnya, waduknya terisi sampai 9 meter," kata Anwar saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Sabtu (19/9/2020).
Namun dia tak merinci sudah berapa persen pengerjaan, hanya bahwa waduk dibangun di lahan seluas 7.128 meter persegi milik Pemprov DKI Jakarta.
Pun dengan berapa alat berat yang dikerahkan dalam proses pengerjaan waduk yang dimaksudkan mengurangi debit air di kali agar tak meluap.
"Ini masuk dalam program prioritas untuk mensodet kali-kali di wilayah Cipinang Melayu dan dialirkan ke Waduk Pilar Jati. Diharapkan bisa menyelesaikan banjir di RW 06 Kelurahan Cipinang Melayu," ujarnya.
• Dari RSPI, Jenazah Camat Kelapa Gading Diberangkatkan Menuju TPU Pondok Ranggon
• Aksi Ganjal Mesin ATM Terjadi di Cikarang, Dua Tersangka Berhasil Diringkus
• Sebelum Dimutilasi, Jenazah Manajer HRD Sempat Didiamkan Tiga Hari di Lokasi Pembunuhan
Sebelumnya, Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman menuturkan RW 06 dan 08 merupakan wilayah langganan banjir selain RW 03 dan RW 04.
Meski tinggi air di RW 06 dan RW 08 tak setinggi RW 03 dan RW 04 yang mencapai tiga meter lebih, warga tetap mengungsi karena tinggi air berkisar 1,5 meter.
Awal tahun 2020 lalu usul pembangunan waduk sebelumnya sudah disampaikan ke Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf.
"Kalau menurut saya itu bisa jadi cara menyelesaikan banjir di RW 06 dan RW 08. Kata pak Juaini akan diusahakan, kalau memang aset Pemda akan swakelola," tutur Agus, Sabtu (25/1/2020).