Persija Jakarta

Sejarah Perjalanan Persija Jakarta: 8 Kali Berganti Markas, Ini Home Base Pertama

Awalnya, nama Persija Jakarta adalah Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ)

Tayang:
Editor: Erik Sinaga
Istimewa/Media Persija
Stadion Menteng merupakan satu dari sekian stadion yang dipakai Persija Jakarta 

TRIBUNJAKARTA.COM- Persija Jakarta lahir di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Awalnya, nama Persija Jakarta adalah Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ). Persija, pertama kali menggunakan lapangan di daerah Petojo

Dilansir dari Persija.id, banyak tempat yang menjadi saksi sejarah berdirinya perjalanan Macan Kemayoran hingga kini.

Lahir di Tanah Abang oleh Soeri dan Allie. Lapangan Petojo di Pulo Piun, Laan Trivelli itu bisa dibilang menjadi lapangan pertama Persija.

Nama lama Persija, yakni VIJ sudah 23 tahun menggunakan lapangan tersebut untuk kepentingan kompetisi internal hingga pertandingan berskala nasional.

Stadion Ikatan Atletik Djakarta (IKADA) adalah stadion kedua persija yang dulunya adalah lapangan tim nasional Indonesia.

PSMS Medan adalah salah satu klub yang pernah merasakan atmosfer stadion ini kala bertanding dengan Persija pada tahun 1945.

Di Stadion IKADA, Persija pernah merasakan gelar juara pada tahun 1954. Para pemain legendaris Persija layaknya, Tan Liong Houw, Tjoa Wim Pie, Kwiee Kiat Sek, Van der Vin, Him Tjiang, Chris Ong, Djamiaat Dalhar hingga Soetjipto Soentoro pernah merasakan berlatih dan bertanding di stadion ini.

Tak berselang lama Persija mendapatkan stadionnya sendiri di kawasan Menteng pemberian Presiden RI Soekarno pada tahun 1961.

Dahulu stadion itu bernama Stadion Vios yang dibangun pada tahun 1921. Setelah Persija resmi merumput di Vios, mereka mengganti namanya menjadi stadion Persija atau Menteng.

Saat bermarkas di Menteng, 4 kali mereka meraih gelar juara liga Indonesia di 1964, 1973, 1975 dan terakhir di 1979.

Logo Persija Jakarta
Logo Persija Jakarta (Dok. PERSIJA JAKARTA)

Sayang, kemesraan Menteng dan Persija berakhir pada 26 Juli 2006. Stadion yang penuh kenangan itu harus roboh setelah Gubernur DKI kala itu, Sutiyoso mengingstruksikan menggusur stadion tersebut dan berubah menjadi taman kota.

Selanjutnya Persija juga pernah bermarkas di Stadion Sanggrahan Pelita Jaya atau dikenal sebagai stadion Lebak Bulus setelah berganti nama.

Di sini Persija lebih dikenal dengan barisan Jak Mania-nya yang mampu menggetarkan nyali lawan saat pertandingan digelar.

Salah satunya, terjadi pada tahun 2005, saat itu digelar pertandingan Copa Indonesia yang menemukan duel sarat gengsi antara Persija dan Persib Bandung. Lebak Bulus yang hanya muat menampung 12.500 penonton itu diisi oleh lebih dari sekitar 25.000 Jak Mania.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved