Breaking News:

Sudah Amankah Naik Gunung Saat Ini? Begini Penjelasan Pendaki Senior

Pendaki yang ingin mendaki di kawasan Himalaya rela menunggu satu tahun untuk dapat mendaki di antara bulan April sampai bulan Juni agar aman.

Freepik
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Wisata pendakian gunung di era new normal menarik perhatian banyak pihak. Pasalnya, ketika beberapa gunung dibuka, pengunjung langsung membeludak memenuhi jalur-jalur pendakian, seperti yang sempat terjadi di Gunung Gede.

Meskipun APGI sudah mengeluarkan protokol kesehatan dalam pendakian, tapi sudah amankah naik gunung di era new normal?

 EIGER Adventure sebagai brand kegiatan luar ruang mencoba menanggapi pertanyaan tersebut.

Menurut Galih Donikara, pendaki senior yang merupakan EIGER Adventure Service Team (EAST) Manager, mendaki di saat seperti ini masih belum aman. 

“Seperti halnya dalam ekspedisi dan pendakian gunung Everest di Himalaya, ada istilah Window Summit yaitu menunggu waktu terbaik dan paling aman untuk summit attack.  Selama ‘jendela’ puncak belum terbuka, selama itu pula pendaki harus sabar menanti dengan melakukan simulasi pendakian. Sementara itu, para high altitude sherpa tetap membuat jalur yang jelas untuk dapat digunakan para pendaki ketika puncak dibuka," ucap Galih dalam keterangan resminya pada TribunJakarta, Selasa (22/9).

Nyaris 2 Bulan Tinggal di Bali, Jessica Iskandar Curhat Pilu Rencana Pensiun dari Dunia Hiburan

Kondisi sekarang menurutnya bisa diibaratkan kita semua sedang menunggu window summit terbuka.

Jika biasanya kita menunggu karena cuaca, sekarang menunggu kondisi COVID-19 mereda. 

“Jadi untuk sekarang ini, main aman dulu aja. Tetap aktif dengan melakukan simulasi-simulasi kecil di sekitar rumah atau bukit-bukit kecil yang aman, di remote area, pada hari biasa agar tidak padat dan lakukan dengan kelompok kecil," papar Galih.

Ia menambahkan, pendaki yang ingin mendaki di kawasan Himalaya misalnya, rela menunggu satu tahun untuk dapat mendaki di antara bulan April sampai bulan Juni agar aman dan nyaman melaksanakan pendakian.

 “Sama halnya dengan sekarang ini. Masih ada waktu toleransi buat para pendaki untuk mendaki gunung pada waktu yang tepat nanti. Takkan lari gunung dikejar. Jangan sampai tujuan kita naik gunung untuk sehat, malah membawa penyakit ke rumah. Yang perlu diingat, tujuan mendaki gunung adalah untuk kembali ke rumah dengan selamat," ucap Galih.

5 Obat Tradisional untuk Atasi Pilek di Musim Hujan, Hidung Tersumbat Dijamin Minggat

Halaman
12
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved