Pemkot Jakarta Utara Sasar Waduk Pluit Jadi Lokasi Gerebek Lumpur dan Sampah

Kawasan Waduk Pluit yang berada di Penjaringan menjadi salah satu sasaran gerebek lumpur dan sampah yang direncanakan Pemkot Jakarta Utara

(Dok. Sudin Kominfotik Jakarta Utara).
Jajaran Pemerintah Kota Jakarta Utara saat meninjau kawasan Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (28/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Kawasan Waduk Pluit yang berada di Penjaringan, Jakarta Utara, menjadi salah satu sasaran gerebek lumpur dan sampah yang direncanakan Pemkot Jakarta Utara.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, dalam waktu dekat kegiatan gerebek lumpur akan dilakukan di Waduk Pluit, sementara gerebek sampah di Taman Kota Waduk Pluit.

"Hari ini, kami sudah berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan terkait kegiatan gerebek lumpur dan sampah di Kawasan Waduk Pluit yang rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat," kata Ali, Senin (28/9/2020).

Menurut Ali, selain berfungsi sebagai area penampungan air, kawasan Waduk Pluit juga memiliki ruang terbuka hijau dan sarana olahraga yang menjadi tempat interaksi warga.

Atas pertimbangan tersebut, rencana gerebek lumpur dan sampah di kawasan itu sebentar lagi akan dijalankan.

Dihadiri Sandiaga Uno, Seribu Orang Ikuti Rapid Test Massal di Waduk Pluit Jakarta Utara

Dolken Rampung Dipasang, Penanganan Lanjutan Tanah Longsor di Waduk Pluit Masih Akan Dirapatkan

Jalan Inspeksi Waduk Pluit Longsor Belum Diperbaiki, Bina Marga DKI Jakarta: Terkendala Administrasi

Ali menuturkan, penanganan lumpur dan sampah di kawasan Waduk Pluit akan dilaksanakan secara bersinergi dengan unsur terkait.

Unsur terkait yang dimaksud misalnya seperti PT Jakarta Utilitas Propertindo selaku pengelola kawasan tersebut.

Nantinya, pembersihan bukan hanya di area waduk saja.

Pembersihan juga akan dilakukan di area taman, sarana olahraga, saluran, jalan, tempat kuliner, serta lokasi Waduk Pluit.

"Areanya cukup luas jadi membutuhkan keterlibatan dari semua pemangku kepentingan. Lokasi ini akan dibenahi untuk memaksimalkan sesuai fungsinya yang bukan hanya menampung air saja melainkan sudah menjadi lokasi tujuan wisata," tutup Ali.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved