Breaking News:

Catherine Wilson Tersandung Narkoba

Kejaksaan Depok Teliti Bekas Perkara Kasus Narkotika Catherine Wilson

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Depok, Arief Sapriyanto, menjelaskan, saat ini berkas perkara tersebut tengah diteliti oleh pihaknya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
Istimewa
Artis sekaligus model Catherine Wilson saat ditangkap oleh anggota Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya di rumahnya di kawasan Pangkalan Jati, Cinere, Kota Depok, Jawa Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Kejaksaan Negeri Depok telah menerima berkas perkara atas nama tersangka Catherine Wilson, yang diserahkan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Diwartakan sebelumnya, publik figur yang akrab disapa Keket ini diamankan kepolisian atas kepemilikan narkotika jenis sabu, dari rumahnya di kawasan Pangkalan Jati, Cinere, Kota Depok.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Depok, Arief Sapriyanto, menjelaskan, saat ini berkas perkara tersebut tengah diteliti oleh pihaknya.

“Berkas perkara tersebut saat ini sedang diteliti terkait dengan kelengkapan formil dan materiil atas pasal yang disangkakan terhadap tersangka Catherine Wilson alias keket oleh penyidik dalam waktu 14 hari ke-depan sejak diterimanya berkas perkara pada 23 September 2020,” ujar Arief dalam keterangan resminya, Selasa (29/9/2020).

Sedang Diperbaiki, Bus di Pol Kramat Jati Terbakar

Respons Widodo Cahyono Putro Soal Penundaan Kompetisi Liga 1

Arief menuturkan, Keket disangkakan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 atau Pasal 127 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2019, oleh penyidik Polda Metro Jaya.

“Terkait dengan status penahanan tersangka Catherine Wilson masih wewenang penyidik , dalam hal ini Jaksa peneliti telah memberikan penetapan perpanjangan penahanan selama 40 hari atas permintaan perpanjangan penahan oleh penyidik,” bebernya.

Terakhir, Arief mengatakan terkait Pasal yang disangkakan oleh penyidik, maka Keket terancam kurungan penjara minimal empat tahun.

“Selanjutnya terkait dengan ancaman pidana penjara atas pasal yang disangkakan penyidik yakni Pasal 112 Ayat 1 Undang-Undang Nomor  35 Tahun 2009 adalah minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun, atau Pasal 127 Ayat 1 huruf a dengan ancaman paling lama empat tahun,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved