Breaking News:

Cerita Petani Kopi di Lereng Gunung, Ada Berkah Tersembunyi di Balik Erupsi Merapi

Meski keberadaannya cukup lama, tapi erupsi Gunung Merapi pada 2010 menjadi momentum melambungkan nama kopi Merapi

(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)
Suryono (54) warga Dusun Gondang Pusung, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman saat menunjukan perkebunan kopi miliknya. 

"Belum banyak yang kenal kopi Merapi, bahkan pernah menawarkan ke luar kota itu banyak ditipu orang," urainya.

Pada 2010, Gunung Merapi mengalami erupsi. Banyak tanaman kopi yang ada di Cangkringan, Sleman rusak akibat erupsi tersebut.

Namun, dibalik bencana ada berkah yang tersembunyi.

Heran Situasi Kafe Seperti di Bar, Pemilik Kafe Broker Bekasi: Kami Enggak Jual Alkohol Hanya Kopi

Kisah Cak Inam: Dampingi Eks Napi Terorisme Mulai Hidup Baru Lewat Ngopi Bareng di Kedai Kopi

Perkenalkan Aisyah, PPSU Cantik dari Kelurahan Pondok Kopi, Kerap Digoda Pengendara hingga Warga

Karena erupsi tersebut, Kopi Merapi menjadi banyak dikenal orang. Sebab, erupsi Gunung Merapi 2010 menjadi perhatian.

Banyak orang datang untuk membantu masyarakat Lereng Merapi yang menjadi korban erupsi.

"Karena erupsi banyak yang ke sini, dan tahu di sini ada kopi, disuguhi kopi dan ternyata enak. Ya menjadi momentum, Merapi menjadi berkah," tegasnya.

Seiring mulai dikenalnya kopi Merapi, harga per kilogramnya pun turut terangkat.

Bahkan, per kilogramnya mencapai sekitar Rp 25.000.

"Itu sudah green bean,"ungkapnya.

Terlebih setelah hadirnya warung Kopi Merapi di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Halaman
1234
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved