Breaking News:

Demo Buruh Tolak Omnibus Law

Mau Demo Omnibus Law di Jakarta Diblokir, KSPSI Bekasi Raya: Kami Merasa Dibohongi

DPR RI resmi mengetuk palu mengesahkan RUU Omnibus Law Cipta Kerja menjadi UU dalam sidang paripurna yang digelar pada Senin (5/10/2020).

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Sekretaris KSPSI Bekasi Raya Fajar Winarno saat dijumpai kantor Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin, (5/10/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - DPR RI resmi mengetuk palu mengesahkan RUU Omnibus Law Cipta Kerja menjadi UU dalam sidang paripurna yang digelar hari ini, Senin (5/10/2020).

Keputusan ini cukup mengejutkan terutama bagi kaum buruh, seperti di Bekasi misalnya, sejumlah massa buruh hari ini bekumpul di beberapa titik.

Mereka berencana menggelar aksi unjuk rasa ke gedung legislatif menolak disahkannya RUU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR-RI.

Namun, niat mereka menuju gedung DPR-RI Jakarta urung terlaksana, sejumlah massa buruh dihadang personel kepolisian dan TNI.

Hal ini membuat ribuan buruh yang hendak bergerak dari Bekasi menuju Jakarta batal dilakukan, mereka tertahan di sejumlah kawasan industri.

Sekretaris KSPSI Bekasi Raya Fajar Winarno mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan keputusan DPR-RI yang hari ini mengesahkan undang-undang omnibus law cipta kerja.

"Yang jelas bahwa kami sangat kecewa terhadap para wakil rakyat yang tidak memperhatikan aspirasi kami kaum buruh," kata Fajar, Senin, (5/10/2020).

Kaum buruh di Bekasi khususnya merasa dibohongi, berdasarkan informasi yang beredar sidang paripurna akan digelar pada 8 Oktober 2020 mendatang.

Hari ini, menurut Fajar, DPR RI tidak ada agenda menggelar sidang paripurna sehingga buruh bersedia tidak memaksakan diri untuk datang ke Jakarta.

"Kami merasa dibohongi, jadi dari pagi kami mau menyampaikan aspirasi di DPR itu sudah di blokir dimana-mana, semua pintu masuk tol arah Jakarta itu sudah dijaga," terangnya.

13 Peserta Tes Seleksi CPNS Kota Tangerang Positif Covid-19, Dijadwalkan Ujian di Tanggal Ini

Tingkatkan Animo, Kader Posyandu Dilibatkan dalam Rapid Test Massal di Kelurahan Cilincing

"Sangat-sangat kecewa dan kami merasa dibohongi, dan sangat kecewa kepada DPR yang seharusnya mendengarkan aspirasi rakyatnya, tapi justru kami yang diabaikan demi kepentingan para kapitalis ini," tambahnya.

Aliansi serikat buruh di Bekasi saat ini masih melakukan koordinasi, beberapa massa masih memilih bertahan di sejumlah sekretariat masing-masing.

"Untuk KSPSI kita harapkan untuk kembali ke rumah masing-masing dulu, kita komunikasi sambil nunggu instruksi dari DPP (dewan pimpinan pusat)," terang dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved