Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Cerita Pedagang Bunga Rawajati: Dulu Jarang Tidur Sekarang Banyak Nganggur

Pukulan Covid-19 tak kunjung mereda. Bahkan, Pemprov DKI Jakarta kembali menerapkan Pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Karyawan toko bunga, Iwan, tengah mengecek tulisan yang terpasang di papan bunga di Kios Bunga Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan pada Selasa (6/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Pukulan Covid-19 tak kunjung mereda. Bahkan, Pemprov DKI Jakarta kembali menerapkan Pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Soalnya, kasus warga yang positif Covid-19 terus naik.

Masa PSBB berarti tidak ada keramaian. Kerumunan dilarang dan bakal diberi sanksi bagi yang melanggar.

Kebijakan itu otomatis turut berdampak kepada para pedagang bunga.

Pesanan papan bunga untuk acara pernikahan untuk sementara waktu hilang.

Maryono (48), pedagang bunga di Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, hanya bisa bersabar di masa sulit ini.

Padahal di waktu normal, ia mengaku jarang tidur demi meladeni pesanan karangan bunga untuk acara pernikahan dari pembeli.

Suasana deretan kios bunga Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan pada Selasa (6/10/2020).
Suasana deretan kios bunga Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan pada Selasa (6/10/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

"Di waktu normal jarang tidur, apalagi Jumat Sabtu dan Minggu. Pernikahan banyak di hari itu. Kalau sekarang menjerit, dari Bulan Maret kemarin sepinya luar biasa," katanya kepada TribunJakarta.com di lokasi pada Selasa (6/10/2020).

Sedangkan Ani, pedagang lainnya, mengaku malah banyak waktu luang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved