Polisi Hadang Pergerakan Puluhan Pelajar dari Bekasi Menuju Jakarta

Dari hasil introgasi, pelajar tersebut berasal dari sejumlah wilayan seperti Cibitung Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Elga H Putra
istimewa
Petugas kepolisian saat menghadang pergerakan "Anak STM" yang hendak menuju Jakarta di dekat Flyovet Rawapanjang, Kota Bekasi, Rabu, (7/10/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kepolisian Polres Metro Bekasi Kota berhasil menghadang pergerakan massa anak STM yang hendak menuju Jakarta, Rabu, (7/10/2020).

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko mengatakan, pihaknya melakukan patroli pengamanan wilayah dalam rangka mengantisipasi gelombang unjuk rasa unsur buruh dan mahasiswa.

Dalam pelaksanaannya, polisi menemukan sekelompok pelajar yang kedapatan tengah bergerak diduga hendak menuju Jakarta.

Mereka terlihat menaiki truk di Jalan Raya Cut Meutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi dekat Flyover Rawapanjang.

"Kita melakukan patroli untuk memastikan situasi wilayah Kota Bekasi aman kondusif, diperjalanan terlihat ada pelajar yang menaiki truk dengan jumlah 99 orang itu yang rencananya akan berangkat ke Jakarta," kata Wijonarko.

Massa pelajar STM itu langsung dihadang, mereka kemudian diperintahkan untuk turun agar tidak melanjutkan perjalanannya.

"Untuk mengantisipasi kita melakukan penyergapan kemudian kita turunkan dan melakukan pembinaan," terangnya.

Dari hasil introgasi, pelajar tersebut berasal dari sejumlah wilayan seperti Cibitung Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang.

"Rata rata usianya 15 - 17 th dari hasil interogasi petugas kepada mereka ini berasal dari wilayah Cibitung dan Kerawang," ucapnya.

"Oleh karena itu upaya yang kita lakukan adalah dalam rangka mengantisipasi supaya kondisi tetap aman dan kondusif," tambahnya.

Polisi juga langsung melakukan pengeledahan badan terhadap 99 pelajar tersebut, beruntung tidak ditemukan senjata tajam atau semacamnya.

"Kepada orang tua dalam kondisi Pandemi Covid-19 bisa menjaga anaknya untuk tidak melakukan aksi apalagi melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat," tegas dia.

Fakta Sebenarnya Video TikTok Viral Aksi Pemuda Jemput Pacar Naik Motor Sampai depan Kamar

Ricuh di Jababeka

Aksi unjuk rasa Mahasiswa menolak UU Cipta Kerja berujung ricuh di Kawasan Jababeka di wilayah Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (7/10/2020).

Video detik-detik ratusan Mahasiswa terlibat bentrok dengan kepolisian di Kawasan Jababeka 1 beredar di media sosial.

Aksi unjuk rasa kali ini diinisiasi mahasiswa dari Universitas Pelita Bangsa, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Kordinator aksi dari Kampus Pelita Bangsa, Suhendar mengatakan, mahasiswa awalnya hendak menggelar aksi di sekitar kawasan industri.

Di lokasi kata dia, sudah dijaga ratusan personel kepolisian berseragam lengkap yang mengawal jalannya unjuk rasa.

Tak Keluar Satu Minggu, Mayat Wanita Paruh Baya Ditemukan Membengkak dan Keluarkan Bau di Bogor

"Awalnya kita gelar aksi di dekat Jababeka 1, sudah ada polisi berjaga di sana," kata Suherman saat dikonfirmasi.

Namun setelah berjalan, tiba-tiba suasana mulai berubah, sejumlah massa diduga melakuka provokasi hingga memamcing aparat bertindak.

"Ada massa enggak pakai almet (almamater) gabung ke kita, dia provokasi melepar botol ke arah polisi," terang dia.

Lambat laun, suasana makin ricuh, massa aksi yang terprovokasi mulai melepar apapun termasuk batu ke arah barikade polisi.

"Pas udah pada lempar batu polisi juga udah mulai kepancing, akhirnya pecah, ada yang luka juga dari mahasiswa," terang dia.

Total, lanjut dia, terdapat enam mahasiswa yang mengalami luka imbas unjuk rasa yang berujung bentrok di Jababeka Cikarang.

"Total ada enam mahasiswa yang terluka dibawa ke rumah sakit, lukanya di bagian kepala, ada juga beberapa luka ringan," terang dia.

Mahasiswa yang terluka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Centra Medika Cikarang, massa aksi setelah ricuh langsung membunarkan diri.

"Soal biaya rumah sakit, pihak kepolsian katanya mau nanggung, Kapolres (Bekasi) juga udah ninjau langsung korban," terang dia.

Bacaan Niat Puasa Senin Kamis Lengkap Arti dalam Bahasa Indonesia dan Manfaat untuk Kesehatan

Ada yang Memprovokasi

Aksi yang diinisiasi mahasiswa kampus Pelita Bangsa Bekasi ini awalnya berjalan lancar.

Namun ketika berada di dalama kawasan, suasana berubah kacau.

Koordinator aksi Suhendar mengatakan, pihaknya sama sekali tidak berkeinginan aksi unjuk rasa berujung ricuh.

Apalagi kata dia, terdapat enam orang massa dari pihak mahasiswa yang menjadi korban luka akibat terkena pukulan dan lemparan batu.

"Ada yang memprovokasi, mereka tiba-tiba datang bukan dari mahasiswa karena enggak pakai almet (jaket almamater)," kata Suhendar saat dikonfirmasi.

Adaptasi Lancar, Bek Timnas U-19 Indonesia Siap Bertarung di Kroasia

Menurut dia, seluruh peserta aksi yang berasal dari unsur mahasiswa dipastikan saling kenal dan memiliki tanggung jawab masing-masing untuk saling melindungi.

"Kelompok yang memprovokasi enggak tahu dari mana, sebagian mungkin anarko, karena dari kami dipastikan enggak kenal, bukan kelompok kami," terang dia.

Kelompok yang diduga memprovokasi ini, menurut dia, melempari barikade kepolisian yang tengah mengawal aksi.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved