Breaking News:

Pilkada Kota Depok

Sepekan Pertama Kampanye, Bawaslu Depok Temukan Belasan Pelanggaran

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok mencatat adanya delapan pelanggaran protokol kesehatan dan sebelas pelanggaran kampanye iklan media

Istimewa/Polres Metro Depok
Para peserta Pilkada Kota Depok menunjukkan nomor urutnya, Kamis (24/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Sepekan pertama pelaksanaan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok mencatat adanya delapan pelanggaran protokol kesehatan dan sebelas pelanggaran kampanye iklan media.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Depok, Dede Slamet, menuturkan, sejumlah pelanggaran yang ditemukan pihaknya antara lain adalah peserta lebih dari 50 orang saat kampanye, tidak menjaga jarak, hingga kegiatan pada malam hari.

“Dalam salah satu kegiatan yang melanggar protokol kesehatan didapati pula anak kecil yang disertakan dalam kegiatan kampanye,” kata Dede dalam keterangan resminya, Rabu (7/10/2020).

Lanjut Dede, pihaknya juga menemukan 11 pelanggaran iklan kampanye pada media dengan rincian dua media cetak, dan sembilan media daring.

“Pasangan Calon mengkampanyekan dirinya pada iklan media cetak dan daring diluar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU. Dengan rincian dua media cetak dan sembilan media daring,” jelasnya.

Mayat Bocah Laki-laki Terdampar di Pulau Pari, Ditemukan Masih Pakai Popok dan Baju Spongebob

Ketua Umum PSSI Ingatkan Pemain Timnas U-19 Indonesia Tak Main-main Jalani TC di Kroasia

Menindaklanjuti temuan sejumlah pelanggaran ini, Dede menjelaskan pihaknya telah melayangkan dua surat peringatan tertulis kepada pihak penyelenggara kegiatan.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pemanggilan kepada dua perusahaan media cetak ini, untuk memberikan klarifikasi.

“Terhadap ketidakpatuhan tembusan surat pemberitahuan, Bawaslu Kota Depok akan melakukan imbauan kembali melalui para penghubung (LO) pasangan calon agar mematuhi prosedur pelaksanaan kegiatan kampanye termasuk mematuhi protokol kesehatan, dan memaksimalkan Kampanye metode pertemuan dalam jaringan (daring) guna meminimalisir kerumunan massa melebihi 50 orang,” beber Dede.

“Adapun masih ditemukannya iklan kampanye yang terpasang pada media massa baik cetak maupun daring, hal ini tidak lepas dari kurangnya sosialisasi regulasi tersebut oleh KPU Kota Depok kepada awak media. Terhadap pelanggaran iklan kampanye pada sembilan media daring tidak sesuai jadwal, Bawaslu Kota Depok sedang melakukan proses penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved