Demo Tolak UU Cipta Kerja

Aksi Penolakan UU Cipta Kerja Ricuh, Pos Polisi Patung Kuda Dibakar Massa

Diwarnai kericuhan, sejumlah massa membakar pos polisi yang ada di Patung Kuda, sore ini.

Tayang:
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Elga H Putra
Tribun Jakarta/Pebby Ade Liana
Pos polisi di kawasan Patung Kuda, dibakar massa. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Aksi penolakan terhadap omnibus law UU Cipta Kerja berlangsung ricuh di Jalan Medan Merdeka Barat, tepatnya sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Aksi yang diikuti oleh sejumlah mahasiswa ini  berlangsung sejak pagi tadi.

Diwarnai kericuhan, sejumlah massa membakar pos polisi yang ada di Patung Kuda, sore ini.

Menurut pantauan TribunJakarta.com, sekitar pukul 17.00 WIB, suasana di Patung Kuda Jalan Medan Merdeka Barat, tampak porak poranda.

Serpihan bebatuan, bekas lemparan massa aksi berserakan di bawah Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Patung Kuda.

Kawat berduri yang sudah dipasang tampak sudah tidak berdiri lagi.

Terlihat, pos polisi yang ada di lokasi sudah hangus terbakar.

Meski api sudah padam, namun asap masih tampak mengepul di sisa-sisa bangunan yang hangus tersebut.

Sejumlah massa sempat berlarian. Sebagian diantaranya bergerak ke arah Sarinah.

Tidak kondusif, Massa di Harmoni Sempat Dipukul Mundur

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas menggelar aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di sekitar Istana Merdeka.

Mereka berkumpul di simpang Harmoni, Jakarta Pusat. Aksi ini sempat diwarnai ketegangan.

Sejumlah oknum mahasiswa melakukan pelemparan batu kepada petugas kepolisian di simpang Harmoni, Jakarta Pusat.

"Kembali saya ingatkan anda sudah tidak tertib dan anarkis, untuk itu saya minta kalian segera membubarkan diri," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto, Kamis (8/10/2020).

Demo Balai Kota Tangsel Gagal Bertemu Airin, Mahasiswa Minta Video Call Sampaikan Aspirasi

"Apabila masih anarkis saya akan melakukan tindakan tegas," tuturnya.

Diperkirakan, ada ribuan mahasiswa yang mengikuti aksi ini.

Aksi ini berlangsung memanas pukul 13.21 WIB. Mereka meminta kepolisian untuk membuka akses menuju Istana Merdeka.

Namun beberapa saat kemudian suasana berhasil diredam oleh personel kepolisian.

Salah satu perwakilan mahasiswa juga menegaskan untuk anggotanya tidak melakukan tindakan anarkis ketika mengikuti aksi penyampaian pendapat tersebut.

"Teman-teman mahasiswa, kami tidak ingin ada anarkis,satu komando jangan sampai ada penyusup. Satu komando kawan. Jangan sampai ada tindakan konyol, jangan kita anarkis terhadap bangsa sendiri. Yang kita ingin perotes adalah DPR dan pemerintah di sana. Orang-orang di sana yang menghianati rakyat Indonesia," kata seorang pembicara dari mobil komando di lokasi.

Nekat Seberangi Tol, Buruh Perempuan Ini Menangis Berikan Bendera Merah-Putih ke Prajurit TNI

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto sempat meminta perwakilan mahasiswa, untuk melakukan negoisasi.

"Kita bisa negosiasi agar adek-adek tidak anarkis. Kami tau klian mau menyampaikan aspirasi. Mari kita bicara agar tidak terjadi benturan, kami harap kalian mengerti," kata Heru.

Namun menurut pantauan di lokasi, sekitar pukul 14.30 WIB situasi kembali memanas.

Usai melempar batu, aksi juga diwarnai dengan pelemparan beberapa petasan oleh peserta aksi.

Polisipun memukul mundur massa dengan menyemprotkan water cannon dan gas air mata.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved