Breaking News:

Demo Buruh Tolak Omnibus Law

Buruh Blokir Jalan Jenderal Ahmad Yani Bekasi, Akses Kendaraan Lumpuh Total

Massa buruh sudah bergerak sejak pukul 08.00 WIB dari sejumlah kawasan dan berkumpul di depan kantor Pemkot Bekasi sekitar pukul 09.00 WIB.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Massa akai blokase Jalan Jenderal Ahmad Yani dan sekitaran flyover Summarecon Bekasi, Kamis, (8/10/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Aksi unjuk rasa buruh menolak UU Cipta Kerja di Kota Bekasi berlangsung di sekitar kawasan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jalan Jenderal TNI Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis, (8/10/2020).

Massa buruh sudah bergerak sejak pukul 08.00 WIB dari sejumlah kawasan dan berkumpul di depan kantor Pemkot Bekasi sekitar pukul 09.00 WIB.

Hinga pukul 13.30 WIB, massa aksi yang memenuhi Jalan Jenderal Ahmad Yani masih berkumpul hinga blokade jalan.

Arus lalu lintas kendaraan di Jalan Jenderal Ahmad Yani dari arah BCP menuju Flyover Summarecon lumpuh akibat massa yang memblokade jalan.

Massa akai blokase Jalan Jenderal Ahmad Yani dan sekitaran flyover Summarecon Bekasi, Kamis, (8/10/2020).
Massa akai blokase Jalan Jenderal Ahmad Yani dan sekitaran flyover Summarecon Bekasi, Kamis, (8/10/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Truk kendaraan logistik yang melintas di jalan protokol tersebut tertahan, begitu juga dengan kendaraan pribadi yang tak bisa melanjutkan perjalanan.

Sejumlah sopir bahkan turun dari kendaraannya, mereka terpaksa menghentikan perjalanan lantaran tak bisa melintas dari blokade massa unjuk rasa.

Massa aksi buruh berkumpul di depan Kantor Pemkot Bekasi menuntut Wali Kota agar mendukung penolakan UU Cipta Kerja.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sempat menemui massa aksi, ia mengatakan pihaknya akan tetap berupaya menyerap aspirasi rakyat Bekasi terutama kaum buruh.

"Solideritas yang sudah terjalin selama ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan, bahwa kami selalu mendukung apa yang terbaik buat buruh dan warga Bekasi," kata Tri.

Massa aksi buruh sejatinya ingin berangkat ke gedung DPR-RI untuk menyuarakan aspirasi menolak UU Cipta Kerja.

Mereka sempat ingin melintas melalui jalan arteri ke arah kranji namun dihadang kepolisian dan tertahan di sekitar kawasan Pemkot dan Flyover Summarecon.

Aksi massa buruh ini juga mengancam berencana menggunakan akses tol menuju Jakarta jika tetap dihalang-halangi.

"Kalau memang kami tidak dizinkan menyuarakan aksi ke gedung DPR, kami akan memaksa melakukannya," ucap orator aksi ujuk rasa.

Massa aksi juga turut membakar ban, spanduku dan tempat sampah di tengah jalan imbas penghadangan yang dilakukan aparat.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved