Breaking News:

Demo Tolak UU Cipta Kerja

Kombes Yusri Yunus: Massa Tolak UU Cipta Kerja Mengaku Disiapkan Tiket KA hingga Dijanjikan Uang

Sebagian dari 1.192 orang yang diamankan saat demontrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jakarta merupakan pelajar STM.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat ditemui di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Sebagian dari 1.192 orang yang diamankan saat demontrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jakarta merupakan pelajar STM.

Mereka diduga tergabung dalam kelompok Anarko Sindikalisme yang berniat membuat kerusuhan.

Setelah diinterogasi, sejumlah pelajar mengaku hanya ikut-ikutan setelah dijanjikan imbalan uang.

"Ditanya kamu tahu nggak, apa itu undang-undang? nggak tahu? Terus kamu ke sini ngapain? Oh saya diundang pak melalui media sosial, di ajak teman, nanti dapat duit di sana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Jumat (9/10/2020).

Bahkan, lanjut Yusri, para pelajar tersebut juga telah disiapkan tiket kereta api untuk berangkat ke Jakarta.

"Dapat makan, tiket kereta sudah disiapin, truk sudah disiapin, bus sudah disiapin, tinggal datang ke sana lempar-lempar saja," ujar dia.

Ia mengungkapkan, massa perusuh bukan hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga datang dari berbagai daerah.

"Beberapa kelompok memang datang dari beberapa daerah seperti Purwakarta, Karawang, Bogor, Banten, yang datang ke Jakarta memang tujuannya untuk melakukan kerusuhan," ungkap Yusri.

Yusri mengatakan massa perusuh berasal dari kelompok Anarko Sindikalisme.

"1.192 ini sayakatakan adalah Anarko, tapi profesi mereka berbeda-beda," kata Yusri.

"Anarko itu bukan profesi, Anarko itu orang yang niat melakukan kerusuhan. Siapa-siapa saja mereka ada yang pelajar, ada yang pengangguran. Pelajarnya pelajar STM, hampir setengahnya pelajar STM dari 1.192," tambahnya.

Dikatakan Yusri, 1.192 orang yang diamankan memang bergabung dengan massa serikat buruh dan mahasiswa.

Namun, Yusri mengungkapkan tujuan mereka bukan menyampaikan aspirasi, melainkan membuat kerusuhan.

"Memang tujuannya ini bukan bergabung dengan teman-teman serikat yang tujuannya menyampaikan pendapat menolak UU Ciptaker. Tujuannya untuk membuat rusuh," ujar dia.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved