Breaking News:

Demo Tolak UU Cipta Kerja

Polri: Tersangka Penghasutan Demo Omnibus Law Kumpulkan Uang Logistik Lewat WAG

Polri menangkap sembilan orang tersangka kasus dugaan penghasutan terkait kerusuhan demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di sejumlah wilayah

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Para tersangka kasus penghasutan terkait kerusuhan demo Omnibus Law UU Cipta Kerja saat dirilis di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Polri menangkap sembilan orang tersangka kasus dugaan penghasutan terkait kerusuhan demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di sejumlah wilayah di Indonesia.

Dari sembilan tersangka, empat diantaranya tergabung dalam Whatsapp Group (WAG) KAMI Medan. Mereka adalah KA, JG, NZ, dan WRP.

Dalam WAG tersebut, mereka mengumpulkan uang untuk logistik massa demonstran.

"Dari WAG tadi, mereka mengumpulkan uang untuk logistik," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020).

Argo menyebut uang yang terkumpul dari WAG KAMI Medan baru Rp 500 ribu.

"Baru terkumpul Rp 500 ribu. Sudah kita sita HP-nya, ATM-nya," ungkap Argo.

Argo Yuwono mengatakan, tersangka berinisial KA merupakan admin dari WAG KAMI Medan.

"Pertama yang dimasukkan (di WAG KAMI Medan) ada foto DPR RI. Ada tulisannya 'dijamin komplit, kantor sarang maling dan setan'. Itu tulisannya," kata Argo saat merilis kasus ini di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020).

Baca juga: Tutup Jalan Raya Pemuda, Mahasiswa dan Polisi Sampat Terlibat Adu Mulut

Baca juga: Polri Beberkan Percakapan WAG KAMI Medan: Buat Skenario 1998 hingga Perintah Bawa Bom Bolotov

Tersangka KA, lanjut Argo, juga menulis "mengumpulkan saksi untuk melempari DPR dan melempari polisi".

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved