Breaking News:

Dukun Cabuli Korban Ingin Sembuh Covid

Imbas Covid-19, Sopir Angkot di Tangerang Banting Setir Jadi Dukun Cabul

SD mengaku bisa mengobati dan menangkal Covid-19 kepada para calon korbannya yang diketahui sementara semuanya adalah wanita

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
Net
Ilustrasi dukun 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, JATIUWUNG - Efek domino dari Covid-19 banyak yang berujung tindak kriminal yang merugikan banyak orang.

Seperti yang dilakukan SD, yang awalnya mendapatkan rezeki halal jadi sopir angkot di Tangerang akhirnya banting setir jadi dukun cabul karena pandemi Covid-19.

Bahkan, SD mengaku bisa mengobati dan menangkal Covid-19 kepada para calon korbannya yang diketahui sementara semuanya adalah wanita.

"Sopir angkot, karena pandemi ini penghasilan turun dan dia kadang-kadang ada yang manggil jadi tukang urut," ucap Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung AKP Zazali Hariyono kepada TribunJakarta.com, Jumat (16/10/2020).

Namun, nafsu bejat yang tak terbendung dan memanfaatkan kepanikan warga Jatiuwung soal Covid-19 tidak membuatnya pendek akal.

Sebab, dari mulut ke mulut ia menyebarkan kesaktian palsunya kepada masyarakat sekitar yang bisa menyembuhkan Covid-19.

"Tapi mungkin dengan adanya momen Covid-19 itu dia menawar-nawarkan diri bahwa dia bisa ngobatin covid juga," sambung Zazali.

Baca juga: Kelanjutan Liga 1 Tak Jelas, Pemain Persib Bandung Pasrah hingga Ganggu Psikis Pemain

Baca juga: Dukun Cabul yang Ngaku Bisa Obati Covid-19 di Tangerang Akhirnya Diciduk Polisi

Untungnya, aksi bejat SD berhasil dihentikan petugas kepolisian lantaran Polsek Jatiuwung sudah mengamankan pelaku pagi ini, Jumat (16/10/2020).

"Betul sudah ditangkap pagi tadi," kata Kapolsek Jatiuwung, Kompol Aditya Sembiring kepada TribunJakarta.com, Jumat (16/10/2020).

Aditya menuturkan, ternyata SD baru membuka jasa menawarkan kesaktian palsunya tersebut sejak dua pekan lalu.

Terdata, ada tujuh korban yang semuanya wanita telah melaporkan diri ke Polsek Jatiuwung lantaran merasa dirugikan oleh tipu muslihat SD.

"Dia baru dia minggu, dan dari mulut ke mulut saja dari omongan dia ke masyarakat untuk menjaring calon korbannya," jelas Aditya.

Kini, SD sudah mendekam di balik jeruji besi Polsek Jatiuwung untuk dilakukan pendalaman dan mendata jumlah korban dari tipu muslihatnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved