Jakarta Aquarium Dibuka Kembali pada 23 Oktober 2020

kedepannya Jakarta Aquarium juga akan memaksimalkan sistem online agar lebih memudahkan pengunjung saat melakukan pemesanan tiket

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Aksi putri duyung menari di Jakarta Aquarium, Neo Soho Mal, Jakarta Barat. 

Meski tak dibuka untuk umum, namun kegiatan pemeliharaan masih terus berjalan.

Apalagi, ada lebih dari 3000 spesies satwa di kawasan konservasi ini.

"Keadaan pemeliharaan tetap terus berlanjut seperti dengan keadaan normal. Bahkan beberapa memerlukan perhatian khusus dalam arti beberapa satwa membutuhkan karantina khusus," kata Head of Social, Branding, dan Communication Jakarta Aquarium, Fira Basuki, Selasa (15/9/2020).

Fira memastikan bahwa tak ada yang berubah dengan pemeliharaan para satwa baik dalam kondisi normal atau saat PSBB ini.

Mulai dari kuantitas dan kualitas makannya, nutrisinya, bahkan hingga perawatannya.

Namun hal ini lah yang nyatanya menjadi tantangan sulit bagi pengelola Jakarta Aquarium.

Memiliki lebih dari 3000 spesies hewan, tentu membutuhkan budget yang tidak sedikit dalam hal perawatannya.

Belum lagi dengan biaya listrik, lampu, AC, dan segala regulator air yang harus dibiarkan tetap menyala demi kelangsungan hidup hewan.

Semuanya, tetap harus berjalan ditengah tidak adanya pemasukan akibat penutupan sementara.

"Semua sistem kami tetap nyala. Memang, beberapa jenis satwa butuh perhatian khusus. Salah satunya ubur-ubur. Biaya kita dengan 50 persen saja, kurang lebih masih Rp 3 Miliar, itu untuk semuanya," imbuhnya.

Sejumlah satwa, tampak membutuhkan perawatan khusus ketika TribunJakarta.com berkesempatan berkunjung ke lokasi.

Akuarium yang biasanya penuh diisi oleh satwa-satwa, kini ada beberapa diantaranya yang kosong dan gelap.

Namun, sebagian diantaranya tetap terlihat seperti biasanya.

Satwa yang tidak berada di tempatnya, rupanya membutuhkan karantina khusus saat tak ada kunjungan publik. Seperti ubur-ubur, juga burung macaw.

"Semua dilihat dari kondisi para satwa, karena mereka juga bisa stres. Tidak hanya manusia saja, hewan pun juga bisa stres," kata Fira.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved