Persija Jakarta
Persija Pernah Punya 4 Striker Lokal Berkualitas, hingga Daftar Bek Paling Senior
Persija dihuni oleh penyerang asing berkualitas dalam mengarungi Liga Indonesia, setidaknya dalam 10 musim terakhir
Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Persija dihuni oleh penyerang asing berkualitas dalam mengarungi Liga Indonesia, setidaknya dalam 10 musim terakhir.
Hal ini terjadi mulai dari penyerang Paraguay, Pedro Javier hingga Marko Simic dari Kroasia.
Meski diperkuat penyerang impor, Macan Kemayoran tetap memberikan porsi tersendiri bagi penyerang lokal. Namun tidak di tahun 2001.
Pada 2001 Persija punya empat striker lokal yang ketika itu disebut mematikan.
Sebut saja Widodo Cahyono Putro, Gendut Doni, Budi Sudarsono, dan Bambang Pamungkas.
Dari keempatnya, Budi dan Bambang jadi duet paling “mematikan”.
Dalam semusim, keduanya mengoleksi 31 gol dan membawa Persija juara Liga Indonesia.
Rinciannya, Piton –julukan Budi Sudarsono– mengoleksi 16 gol. Sedangkan Bepe, sapaan Bambang Pamungkas, melesakkan 15 gol.
Sementara Widodo Cahyono Putro yang merupakan striker senior mencetak lima gol. Sedangkan Gendut Dony mencetak satu gol.
Baca juga: Legenda Hidup Persija Jakarta Jadi Pemain Paling Sering Kehabisan Jersey Tanding
Baca juga: Pemain Persija Disebut Media Asing Cocok Berkarier di Luar Negeri
Baca juga: Persija Semakin Kompak, Siap Hadapi Lanjutan Kompetisi Liga 1
Bek paling senior yang pernah bela Persija
Pemain belakang dengan usia di atas 35 tahun biasanya tidak setangguh saat masih muda.
Namun kalimat tersebut tidak berlaku bagi dua bek Persija, Maman Abdurahman dan Otavio Dutra.
Maman musim ini memasuki usia 38 tahun, sedangkan Dutra lebih muda satu tahun.
Meski keduanya sudah nyaris menyentuh umur kepala empat, namun tidak ada tanda-tanda penampilannya menurun.
Maman dan Dutra masih diandalkan tidak hanya di atas lapangan, melainkan juga menjadi mentor bagi para pemain muda.