Breaking News:

Kerumunan di Gedung Cisadane, Wali Kota Tangerang Mengaku Ada Kesalahan Informasi

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah buka suara soal kerumunan yang terjadi di Gedung Cisadane pada Senin (19/10/2020) pagi

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ditemui di kantornya soal kerumunan yang terjadi di Gedung Cisadane kemarin, Selasa (20/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah buka suara soal kerumunan yang terjadi di Gedung Cisadane pada Senin (19/10/2020) pagi.

Usut punya usut, keramaian di Gedung Cisadane, Kota Tangerang tersebut lantaran ribuan masyarakat ingin mendaftar penerima bantuan UMKM sebesar Rp 2,4 juta dari Pemerintah Pusat.

Saking ramainya, video yang menayangkan kelakuan bar-bar masyarakat Kota Tangerang tersebut sampai diunggah oleh beberapa akun Instagram dengan jutaan pengikut atau followers.

Menurut Arief, keramaian tersebut bisa terjadi lantaran adanya misskomunikasi atau kesalahan penyampaian informasi kepada masyarakat penerima bantuan UMKM.

"Ya jadi ada miss-informasi di masyarakat, informasinya yang menyebar adalah semua yang belum nerima (bantuan) kasih data lagi, bawa data lagi nah itu yang akhirnya jadi miss," ungkap Arief di Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Selasa (20/10/2020).

Baca juga: Tidur Saat Sidang Eksepsi, Djoko Tjandra Ditegur Hakim

Baca juga: Polisi Pulangkan Pelajar yang Tiba di Stasiun Juanda Jakarta Pusat

Sebab, kata dia, hingga detik ini sudah terdata ada 94.419 UMKM yang mendaftar secara online di aplikasi sabakota.tangerangkota.go.id. sebagai penerima bantuan dari pemerintah pusat.

Lalu ada sekira 61 ribu UMKM yang ternyata sudah menerima bantuan sebesar Rp 2,4 juta dan tersisa 33 ribu yang belum menerima bantuan.

"Nah, ini yang sedang diproses diusulkan ke pemerintah pusat dan kita berharap dari yang itu kalau masih ada yang belum terdata dan disampaikan datanya lagi," beber Arief.

"Tapi, ternyata kenyataannya, informasinya adalah semua yang belum nerima ngasih data lagi, bawa data. Itu yang akhirnya jadi miss," tambahnya lagi.

Ia kembali menekankan kalau kemarin itu seharusnya hanya pendataan ulang untuk yang belum kebagian bantuan dari pemerintah pusat.

Maka dari itu, saat kerumunan terjadi, Arief mengaku sudah memerintahkan Dinas DisperdakopUKM Kota Tangerang untuk menutup sementara pendataan ulang.

"Bukan, itu memang pendataan. Kita diminta pemerintahan pusat untuk pendataan tambahan malau ada usulan tambahan yang belum menerima agar diusulkan ke kementerian," pungkas Arief.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved