Breaking News:

Demo Tolak UU Cipta Kerja

Tetapkan 3 Tersangka, Polisi Bongkar Akun Medsos Penghasut Pelajar Ikut Aksi Tolak Omnibus Law

Tak sekadar diajak untuk ikut demo, para pelajar juga dihasut berbuat kerusuhan saat unjuk rasa berlangsung.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Konferensi pers terkait kasus penghasutan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polisi menangkap tiga orang yang diduga menghasut para pelajar untuk ikut demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Ketiganya merupakan admin media sosial di Facebook dan Instagram. Mereka adalah anak-anak di bawah umur berinisial MLAI (16), WH (16), dan SN (17).

"Kita sudah menetapkan tiga tersangka. Pertama adalah yang membuat akun di FB STM seJabodetabek, yaitu MI dan WH," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (20/10/2020).

Satu tersangka lainnya, yakni SN, merupakan admin dari akun Instagram @panjang.umur.perlawanan.

Tak sekadar diajak untuk ikut demo, para pelajar juga dihasut berbuat kerusuhan saat unjuk rasa berlangsung.

Seperti yang dilakukan MLAI dan WH di grup Facebook STM seJabodetabek yang memiliki 21 ribu pengikut.

Argo menjelaskan, dalam grup Facebook tersebut ditemukan seruan untuk membuat kerusuhan di demo tolak UU Cipta Kerja, termasuk hari ini.

"Buat kawan-kawan ogut jangan lupa bikin polisi jatuh," demikian bunyi seruan tersebut seperti dijelaskan Argo.

Tersangka MLAI dan WH juga meminta pelajar membawa sejumlah barang untuk berjaga-jaga ketika demo sudah mulai rusuh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved