Jakarta Dikepung Banjir
Atasi Banjir, Anggota DPRD DKI Sarankan Pemprov Jakarta Belajar dari Surabaya
Ketua Pansus Banjir DPRD DKI, Zita Anjani, mengatakan pihaknya telah berkunjung ke sejumlah kota, termasuk Surabaya.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI menyarankan Pemerintah Provinsi Jakarta mencontoh Surabaya dalam mengatasi banjir.
Ketua Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, mengatakan pihaknya telah berkunjung ke sejumlah kota, termasuk Surabaya.
Hal ini dilakukan guna mempelajari tiap kota saat menghadapi curah hujan yang tinggi.
Surabaya, dikatakan Zita, memiliki letak geografis yang mirip dengan Jakarta.
"Secara Geografis, Surabaya memiliki kemiripan dengan ibu kota karena posisinya yang sama berada di tepi laut, datarannya rendah," kata Zita, dalam keterangan resminya, kemarin (22/10/2020).
Dia menjelaskan, 52 persen wilayah Surabaya terendam banjir pada sepuluh tahun lalu.
"Surabaya sepuluh tahun lalu mengalami banjir yang sangat parah, 52 persen daerahnya digenangi banjir," jelasnya.
"Kemudian dibawah kepemimpinan Ibu Tri Rismaharani, Surabaya berhasil menurunkan banjir sampai 2,3 persen," lanjutnya.
Tim Pansus DPRD DKI Jakarta pun meminta wejangan dari Wali Kota Surabaya tersebut.
"Satu, pedestrian atau jalan. Ketika membuat jalan, pastikan saluran di bawah jalan yang lebih utama. Agar sistem drainasenya berjalan baik," jelasnya.
"DKI belum sinkron untuk itu, masih utamakan membangun jalan, saluranya tidak diperhatikan," sambungnya.
Baca juga: Siswi SMP Melahirkan Sendiri, Begini Nasib Malang Bayi Dibuang Imbas Main Gila dengan Kakak Ipar
Baca juga: Satu Dari Tiga Pelaku Curanmor di Duren Sawit Berhasil Ditangkap Pihak Kepolisian
Baca juga: Hasil Liga Europa - Arsenal Bawa Pulang Tiga Poin dari Kandang Rapid Wien
Saran selanjutnya, perhatikan kapasitas penampungan di saluran air.
"Sesuaikan dengan saluran yang menampung agar airnya bisa disimpan dan dialirkan secara alami," tuturnya.
"Air anugerah dari tuhan baik itu datangnya dari laut, lokal, ataupun kiriman, pasti sulit. Makanya jangan hanya berdalih, kerja keras lebih baik," lanjutnya.