Pengelola Terminal Induk Bekasi Tetap Siagakan Armada Cadangan Meski Tak Ada Peningkatan Penumpang
Kepala Terminal Induk Bekasi Muhtar memastikan, pihaknya tetap menyiapkan armada cadangan meski tak ada lonjakan penumpang.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Kepala Terminal Induk Bekasi Muhtar memastikan, pihaknya tetap menyiapkan armada cadangan meski tak ada lonjakan penumpang.
Muhtar mengatakan, pihaknya sebelum libur panjang cuti bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, telah berkordinasi dengan sejumlah Perusahaan Otobus (PO).
"Kita sediakan armada tambahan sebanyak 40 unit, tapi sampai saat ini belum ada yang keluar karena belum ada peningkatan penumpang," kata Muhtar, Kamis, (29/10/2020).
Dia menambahkan, untuk protokol kesehatan, libur panjang kali ini tetap diwajibkan menerapkan bagi penumpang maupun awak armada bus.
"Protokol kesehatan tetap dilakukan, penumpang satu bus 50 persen kapasitas, sebelum masuk dicek suhu tibuh dan wajib masker," terangnya.
Setiap PO juga sejauh ini diwajibkan melakukan pembersihan armada dengan menyemprot cairan disinfektan.
"Jadi setiap PO menyiapkan cairan disinfektan sebelum bus berangkat atau baru tiba itu disemprot," tuturnya.
Baca juga: AC Milan Dikabarkan Tidak Diperkuat Zlatan Ibrahimovic saat Menjamu Sparta Praha
Baca juga: Baterai Smartphone Anda Cepat Habis? Coba Lakukan Cara Ini Agar Tetap Awet
Berdasarkan data yang dicatat Terminal Induk Bekasi, pada Senin, (26/10/2020) jumlah keberangkatan penumpang sebanyak 780 orang.
Kemudian di hari berikutnya pada Selasa, (27/10/2020), jumlah keberangkatan penumpang mengalami kenaikan menjadi 1.411 orang.
Lalu pada Rabu, (28/10/2020) jumlah keberangakatan penumpang kembali turun menjadi 868 orang.
"Untuk data hari ini belum keluar, tapi secara keseluruhan memang belum ada lonjakan penumpang," terang dia.
Adapun dari data keberangkatan penumpang, tujuan paling mendominasi masih angkutan dalam provinsi.
"Rata-rata Bandung, Sukabumi, maupun Tasikmalaya," papar Muhtar.