Bocah 5 Tahun Merangkak di Sela Kaki Pembunuh, Korban Calon Ayah Kasih Pesan Terakhir ke Istri

Seorang bocah 5 tahun selamat setelah merangkak melalui kolong kaki salah satu pembunuh yang memasuki rumahnya. Korban sempat pesan ini ke istrinya.

Editor: Y Gustaman
Tribunnews.com
Ilustrasi garis polisi 

Setelah tubuh Fran tergolek tak berdaya, kedua pelaku langsung kabur melalui pintu depan rumah Tiara.

Tak lama orang dan polisi berdatangan, membawa korban Fran ke Rumah Sakit Bari Palembang, tapi nyawanya tak tertolong lagi.

Kematian Fran di rumah Tiara di Jalan Meranti Sungai Buayo, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang, menjadi duka bagi istrinya, Ananda.

Jantung Istri Berdegup Kencang

Ananda tiba-tiba berdegup kencang jantungnya selagi menggoreng ikan di dapur rumahnya.

Perasaan itu begitu mengganjal hatinya, tak lama Fran suaminya pamit untuk bekerja agar dapat membelikannya susu untuk calon anak mereka.

Ia tak menyangka, keanehan yang membuat jantungnya terguncang menjadi petanda dirinya sebagai pengantin baru akan ditinggal Fran selamanya.

"Saya lagi goreng ikan, tiba-tiba dada saya berdebar kencang ingat suami saya," cerita Ananda setelah melihat jenazah Fran di Rumah Sakit Bari Palembang.

Baca juga: Aksi Emak-emak Viral di TikTok Bertingkah Seperti Karyawan Rumah Makan, Tak Malu Layani Pembeli Lain

"Mungkin itu merupakan firasat kalau saya bakal kehilangan suami dia selamanya," sambung dia.

Sebelum pamit, Fran memeluk dan mencium perut istrinya yang sedang mengandung janin usia satu bulan hasil pernikahannya pada Agustus lalu.

Ananda Septiriani menangis di pemakaman suaminya, Fran di TPU Kertapati, Kota Palembang, Kamis (29/10/2020). Fran jadi korban pembunuhan dua pria kakak beradik.
Ananda Septiriani menangis di pemakaman suaminya, Fran di TPU Kertapati, Kota Palembang, Kamis (29/10/2020). Fran jadi korban pembunuhan dua pria kakak beradik. (Sripoku.com/Chairul Nisyah)

Bagi Ananda, Fran sosok suami yang bertanggungjawab. Sebisa mungkin ia memenuhi apa yang diminta istri.

"Bapak kerja dulu, buat beli susu," begitulah kata-kata terakhir Fran yang masih terngiang di telinga Ananda.

Sering Fran berpesan agar Ananda tetap di rumah dan sabar menunggunya pulang dari mencari nafkah.

"Suami saya itu sayang sekali sama saya. Dia juga bertanggungjawab. Kerja serabutan pun dilakukan untuk mencukupi kehidupan kami," ucap dia.

Ia begitu terpukul mengingat kebaikan suaminya sebagai sosok penyabar dan pekerja keras.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved