Jokowi Kecam Presiden Perancis Hina Nabi Muhammad, Ternyata Pernah Akrab Ngevlog dan Janjian Bertamu
Presiden Jokowi mengecam keras pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW dan umat Islam.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Siti Nawiroh
"Saya ingin menyampaikan pesan singkat, kepada kalian masyarakat Indonesia," imbuhnya sambil tersenyum semringah.
Baca juga: Video Detik-detik Pasangan Kekasih Diperas Viral di Medsos, Gara-gara Terciduk Bermesraan di Mal
Pria yang menikah dengan gurunya sendiri itu mengatakan merasa bangga terhadap Jokowi.
"Kami sangat bangga pada kalian, kami sangat bangga dengan Presiden Joko Widodo," ucap Macron.
Macron kemudian berjanji akan segera mengunjungi Indonesia.
"Kami akan mengunjungi kalian dalam beberapa bulan mendatang," kata Emmanuel Macron.
"Karena saya sangat ingin mengunjungi negara kalian," imbuhnya.
Baca juga: Bawa Jenazah Ibu yang Berusia 80 Tahun Pakai Sepeda Motor, Sutejo Diduga Gangguan Jiwa
Tak cuma itu Emmanuel Macron juga berharap Perancis dan Indonesia menjalin kerjasama lebih banyak di berbagai bidang.
"Dan berkaloborasi lebih banyak," kata Macron.
"Terima kasih banyak dan sampai bertemu dalam waktu dekat," tambahnya.
Sebelumnya, pernyataan Macron mengenai Islam telah memicu kemarahan bagi negara-negara mayoritas Muslim.
Macron menyatakan akan melawan segala bentuk "separatisme Islam" pasca-peristiwa pemenggalan seorang guru bernama Samuel Paty di luar Paris, awal Oktober.
Paty sebelumnya dibunuh karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada para muridnya di kelas tentang kebebasan berbicara.
Dalam dua bulan terakhir, terdapat sejumlah insiden berdarah setelah Charlie Hebdo menerbitkan kartun tersebut.
Pertama, penyerangan di dekat kantor Charlie Hebdo pada 24 September; serangan terhadap penjaga kemanan di kantor Konsulat Perancis di Jeddah, Arab Saudi; serta serangan yang menewaskan tiga orang di Nice, Kamis (29/10/2020).
Kemenlu Kecam Macron