Jelang Musim Hujan Warga Jakarta Timur Diimbau Waspada Demam Berdarah BD
Indra Setiawan mengatakan pihaknya kini gencar melakukan sosialisasi 3M lewat Puskesmas di masing-masing Kecamatan.
Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Warga Jakarta Timur diminta waspada terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD) menjelang musim penghujan yang melanda Ibu Kota.
Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan mengatakan pihaknya kini gencar melakukan sosialisasi 3M lewat Puskesmas di masing-masing Kecamatan.
"Kepada semua warga agar melakukan pemantauan jentik (jumantik) dengan 3M di rumahnya masing lewat Jumantik mandiri," kata Indra saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (2/11/2020).
3M yakni menguras, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas dilakukan guna mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.
Pasalnya nyamuk aedes aegypti tidak bertelur di air kotor, melainkan di tempat air bersih di antaranya bak mandi, vas bunga, hingga tempat minum burung.
Barang bekas seperti botol yang menampung sisa air hujan pun tak luput dari sasaran tempat nyamuk bertelur sehingga keberadaannya perlu dicegah.
"Lalu meningkatkan peran jumantik dalam pemantauan jentik di lingkungan dan melakukan larvasidasi (menaburkan bubuk lavarsida ke tempat penyimpanan air) untuk tempat sulit dilakukan pantauan jentik," ujarnya.
Sementara upaya mencegah lewat fogging focus dilakukan bila di satu wilayah diketahui ada warga yang dari hasil penyelidikan epidemiologi terkena DBD.
Kepala Puskesmas Kecamatan Ciracas Sunersi Handayani menuturkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) lewat jumantik mandiri perlu dilakukan.
"PSN dilakukan seminggu dua kali. Untuk PSN pertama pelaksanaan tergantung jadwal masing-masing RW, yang kedua dilakukan setiap hari Jumat," tutur Sunersi.