Kabar Artis
Ungkap Kedekatan Ayah Atta & Anak Istri Kedua, Kuasa Hukum Sebut Ada yang Halangi Perdamaian
Untuk diketahui, Halilintar Anofial Asmid telah mangkir dari panggilan pertama BAPnya karena menjalani perawatan di Malaysia.
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Siti Nawiroh
TRIBUNJAKARTA.COM - Kasus dugaan penelantaran anak oleh Halilintar Anofial Asmid kembali bergulir. Faktanya, ayah Atta Halilintar itu kembali mangkir untuk panggilan BAP di Polres Metro Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Untuk diketahui, Halilintar Anofial Asmid telah mangkir dari panggilan pertama BAPnya karena menjalani perawatan di Malaysia.
Kasus ini menuai heboh setelah adanya laporan Happy Hariadi, mantan istri kedua Ayah Atta Halilintar dengan tuduhan menelantarkan anak dari hasil pernikahan mereka.
TONTON JUGA:
Saat ini kasus dugaan penelantaran anak itu masih diproses pihak kepolisian.
Dilansir TribunJakarta dari kanal YouTube KH Infotainment pada Senin (2/11), kuasa hukum Halilintar Anofial Asmid. Rhaditya Putra Perdana menjelaskan kedekatan yang terjalin antara kliennya dan anak istri kedua.
Baca juga: Penampakan Kontrakan Sule untuk Warisan Putri Delina Terdiri dari 2 Lantai, Segini Harga Sewanya
Kuasa hukum memperlihatkan bukti berupa video yang menunjukkan Halilintar tengah bercengkerama dengan sang putri dari pernikahan mantan istri keduanya itu.
"Ini klien saya, ini anak dibawah umur. Ini masih video call terus-terusan. Ini bukti percakapan yang akan saya lampirkan. Di balik ketidakhadiran klien saya, kita juga mengambil langkah seperti mediasi dengan pihak lawan."
FOLLOW JUGA:
"Ketemu di rumah saya supaya membangun musyawarah, membangun kekeluargaan sesuai dengan pesan klien saya. Hargai, patuhi, jalani proses peristiwa hukum yang ada," terang Rhaditya.
Meski demikian, dalam mediasi itu tak mencapai kata mufakat untuk kasus dugaan penelantaran anak.
Rhaditya llantas memberikan sebuah ilustrasi yang membuat mediasi tak mencapai mufakat.
Baca juga: Jelang Nikahi Nathalie, Sule Siapkan Warisan Kontrakan Lebih dari 15 Pintu untuk Masing-masing Anak
"Seseorang datang ke rumah Pak RT untuk minta maaf dan berniat mencari solusinya, solusinya apa ya mufakat. Kalau kita muslim ada tabayun. Tetapi manusia tersebut sama Pak RT ini mau memediasikan bahwa merasa ada terlalu komersil di sini."
"Jadi perdamaian belum mencapai kata mufakat. Itu ilustrasi dari saya," beber Rhaditya.
Menurut Rhaditya, saat ini terdapat sebuah benteng besar yang menghalangi hubungan kliennya dan sang anak. Padahal, lanjut Rhaditya, kliennya telah membangun komunikasi yang baik.
