Demo Tolak UU Cipta Kerja

Bawa Pistol Mainan Saat Demo, 10 Pelajar dari Bogor Menumpang Truk ke Jakarta

10 pelajar yang membawa pistol mainan datang dari Bogor, Jawa Barat menumpangi truk yang mengarah ke Jakarta.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Septiana
Tribun Jakarta/Annas Furqon Hakim
Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan puluhan pelajar yang hendak demo ke Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pihak kepolisian membeberkan alur sepuluh pelajar yang membawa pistol mainan di dalam kerumunan peserta aksi buruh menolak Undang-Undang Cipta Kerja, pada Senin (2/11/2020) kemarin.

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Guntur Muhammad Thoriq, mengatakan mereka datang dari Bogor, Jawa Barat.

Dari sana, mereka menumpangi truk yang mengarah ke Jakarta.

"Mengompreng, kayak anak zaman dulu. Jadi kalau suka mengompreng mobil bak terbuka begitu naik, truk terbuka naik," kata Guntur, saat dihubungi, Selasa (3/11/2020).

Sesampainya di Ibu Kota, mereka berjalan kaki menuju Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Mereka diturunkan sopir truk di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

Sepuluh pelajar tersebut pun hendak bergabung dengan massa buruh di Jalan Medan Merdeka Barat.

Massa yang diduga pelajar enggan membubarkan diri setelah unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja selesai, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pukul 17.23 WIB, Selasa (20/10/2020).
Massa yang diduga pelajar enggan membubarkan diri setelah unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja selesai, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pukul 17.23 WIB, Selasa (20/10/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Menyoal pistol mainan, kata Guntur, belum diketahui pasti mereka dapat dari siapa.

Guntur menduga, pelajar SMA tersebut mendapat pistol saat berada di dalam truk.

"Iya dari truk, pas dia mengompreng begitu dapat pistol itu," ucap Guntur.

Para pelajar mengetahui adanya unjuk rasa di sana lantaran melihat dari media sosial dan menerima pesan dari WhatsApp.

"Dari mulut-mulut dan berita-berita baca pakai handphone. Mereka terpancing, begitu saja sih," tutupnya.

Kronologi 

Pihak kepolisian telah memulangkan sepuluh pelajar yang membawa pistol mainan saat mengikuti aksi tolak Undang-Undang Cipta Kerja, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020) kemarin.

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Guntur Muhammad Thoriq, menuturkan sepuluh pelajar tersebut diamankan kemarin.

Mereka ketahuan membawa pistol mainan dan berada di dalam kerumunan peserta aksi dari buruh.

Mereka pun dibawa ke kantor Polres Metro Jakarta Pusat.

Guntur mengatakan, mereka merupakan pelajar yang berasal dari Bogor, Jawa Barat.

Belasan pelajar digiring menuju truk tahanan Polisi saat hendak ikut unjuk rasa pada Selasa (20/10/2020).
Belasan pelajar digiring menuju truk tahanan Polisi saat hendak ikut unjuk rasa pada Selasa (20/10/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

"Sudah dipulangkan pada Senin (2/11/2020), pukul 19.00 WIB, kami berkoordinasi dengan Polres Bogor," kata Guntur, saat dihubungi, Selasa (3/11/2020).

"Karena mereka asalnya dari Bogor, jadi dijemput pihak Polres Bogor dan langsung dikembalikan orang tuanya masing-masing," lanjutnya.

Polisi mengklaim mereka semua diantarkan langsung ke rumahnya masing-masing.

"Sesuai perintah pimpinan juga, kami komunikasi antar Polres untuk diambil dan diserahkan kepada orang tuanya, sekalian diimbau orang tuanya," tambah Guntur.

Dia memastikan sepuluh pelajar tersebut telah sampai di rumah masing-masing hari ini.

"Sudah sampai di rumah masing-masing. Mungkin imbauan untuk orang tuanya, selalu nasehati putranya agar tidak berbuat hal yang tidak baik," tutur Guntur.

"Apalagi berbuat hal yang meresahkan seperti membawa pistol mainan," tutupnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved