Curhat Pilu Ibu Korban Rudapaksa & Anak Dibunuh Alami Trauma, Tak Mau Tinggal di Rumah Lama
DN mengaku trauma untuk tinggal di rumah lama tempat rudapaksa terjadi hingga membuat nyawa anaknya melayang.
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Kurniawati Hasjanah
TRIBUNJAKARTA.COM - Kabar terbaru datang dari DN (28) ibu muda korban rudapaksa pelaku S (telah tewas) di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.
DN yang sempat dirawat di rumah sakit itu kini kondisinya mulai membaik.
Bahkan, ia telah bisa diajak untuk berkomunikasi.
Luka di tangan kanannya juga sudah tak diperban.
Kondisi DN berangsur pulih membuat anggota DPR RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma mengunjunginya.
TONTON JUGA:
"Saya mendoakan agar almarhum Rangga yang menjadi korban pembunuhan demi menyelamatkan ibunya meninggal dalam keadaan husnul khatimah dan ditempatkan Allah SWT di tempat yang terbaik. Semoga ayahanda dan seluruh keluarga almarhum diberikan kesabaran dan kekuatan oleh Allah SWT,” terang Haji Uma dilansir dari Serambi Indonesia (grup TribunJakarta).
Baca juga: Permintaan Rawat Bocah 3 Tahun Berujung Pembunuhan, Suami Habisi Istri Lalu Bunuh Diri Mengenaskan
Haji Uma berharap, peristiwa nahas ini bisa menjadi pelajaran bagi pemerintah dan kementerian dalam memberikan remisi kepada narapidana, terlebih residivis.
“Kita harap ke depan kepada pemangku kebijakan atau pegawai lapas harus mengevaluasi betul-betul secara matang dan komperehensif agar tidak salah dalam memberikan remisi kepada residivis serta harus melihat rekam jejaknya terlebih dahulu,” ucap Haji Uma.
FOLLOW JUGA:
Sementara itu, ketika dihubungi via telepon, DN mengungkapkan kondisinya yang semakin membaik.
"Alhamdulillah kondisi saya sudah agak membaik," terang DN pada Rabu (28/10).
Ketika dihubungi, awak media hendak berkomunikasi dengan AY meski demikian rupanya korban mengangkat telepon tersebut sementara suaminya tak enak badan.
"Maaf pak, abang tidur karena kurang sehat," ucap DN.
Baca juga: Warisan Putri Delina dari Sule, Rumah Kontrakan Terdiri dari 2 Lantai dengan Harga Sewa Segini
DN menuturkan, saat ini mereka tinggal sementara di rumah yang disewa Keuchik setempat, tak jauh dari rumah abang iparnya, Marzuki.
Lebih lanjut, DN mengaku trauma untuk tinggal di rumah lama tempat rudapaksa terjadi hingga membuat nyawa anaknya melayang.
"Kami tidak tinggal lagi di rumah lama, sekarang kami tinggal di rumah yang disewa Pak Keuchik dekat lapangan bola," ujar DN.
Menurut korban, rumah mereka sekarang sedang dibangun oleh pihak Aceh Timur, yang posisinya di belakang rumah abang ipar (abang kandung suaminya AY).

"Tanahnya rumah dibeli sama Pak Muzakir, kalau rumah dibangun oleh Pemkab Aceh Timur. Sekarang lagi dibangun, nanti kami akan tinggal di sana," papar DN.
Korban juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para pihak yang telah mendoakan kesembuhannya, termasuk telah memberikan segala bantuan selama ini.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang telah membantu dan mendoakan saya selama ini," aku DN.
Baca juga: Jelang Nikahi Nathalie, Sule Siapkan Warisan Kontrakan Lebih dari 15 Pintu untuk Masing-masing Anak
Dapat Rumah dari Pemkab
Pemkab Aceh Timur yang saat ini melalui rekanan sedang membangun satu rumah bantuan di salah satu desa dalam Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.
Rumah ini akan diserahkan kepada Dn (28), ibu muda korban pemerkosaan yang anak lelakinya Rangga dibunuh pemerkosa itu saat kejadian itu beberapa waktu yang lalu.
Pasalnya, rumah ibu muda ini saat peristiwa tragis jelang Subuh tersebut kurang layak huni dan berada di tengah kebun sawit yang jauh dari permukiman warga.
FOLLOW JUGA:
Sedangkan saat kejadian, suaminya Ay sedang tak berada di rumah karena sedang mencari ikan.
Adapun pemerkosa tersebut, Samsul sudah meninggal di sel Mapolres Langsa beberapa hari setelah kejadian ini.
Keuchik desa setempat, Adi Saputra, kepada Serambinews.com, Jumat (30/10/2020), mengatakan pembangunan rumah itu sudah dimulai sejak sepekan terakhir ini dan kini sudah mulai pemasangan bata.
"Rumah untuk keluarga korban Dn sudah mulai dibangun sejak seminggu lalu, saat ini pihak yang membangunnya sudah melakukan tahapan pamasangan bata," ujar Keuchik.
Dia menambahkan, pembangunan rumah tipe 36 meter persegi yang akan ditempati korban dan suaminya Ay itu dibantu Pemkab Aceh Timur.
Baca juga: Ungkap Kedekatan Ayah Atta & Anak Istri Kedua, Kuasa Hukum Sebut Ada yang Halangi Perdamaian
Kemungkinan dalam waktu dekat ini rumah bagi keluarga korban Dn tersebut akan rampung dikerjakan pihak rekanan dan bisa langsung mereka tempati.
Setelah Dn keluar dari rumah sakit, jelas Keuchik, korban Dn dan suaminya Ay tinggal sementara di rumah kontrakan yang disewa pihak desa daerah tersebut.
FOLLOW JUGA:
Sebelumnya, Wabup Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un, melayat ke rumah korban pembunuhan dan pemerkosaan di salah satu desa di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Rabu (14/10/2020).
Dalam kesempatan itu Wabup Aceh Timur didampingi oleh Kepala BPBD Ashadi SE, anggota DPRK Fraksi PA, dan sejumlah pejabat Pemkab setempat lainnya.
Selain menyerahkan langsung bantuan kepada korban, saat itu Wabup Aceh Timur ini berjanji kepada korban akan membantu pembangunan rumah bagi keluarga korban.
Baca juga: Ungkap Fakta di Balik Dijemput Paksa Petugas RS Jiwa, Marshanda Ungkit Cara Menghargai Manusia
Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, Elfiandi, yang dihubungi Serambinews.com via telepon, mengatakan rumah bantuan untuk keluarga Dn sudah mulai dibangun pihak rekanan yang ditunjuk.
Rumah bantuan itu diperintahkan oleh Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un, agar segera dikerjakan dan cepat rampung dalam waktu dekat, supaya bisa langsung ditempati oleh keluarga Dn.
"Sekarang rekanan sedang melakukan proses pembangunan rumahnya, mungkin dalam waktu dekat akan rampung dikerjakan," tutup Kadisos Aceh Timur itu.
Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Korban Rudapaksa di Birem Bayeun Mulai Sehat, Bersama Suami Tinggal di Rumah yang Disewa Pak Keuchik & Haji Uma Kunjungi Ibu Muda Korban Pemerkosaan di Aceh Timur