Breaking News:

Oknum GPI Boikot Produk Perancis, Bentuk Protes Terhadap Emmanuel Macron

Saksi mata kejadian, Nandar (45), mengatakan puluhan orang tersebut berbondong-bondong datang ke sana mengendarai sepeda motor.

Khalil MAZRAAWI / AFP YORDANIA
Seorang pembelanja berjalan melewati produk Perancis yang disegel di balik penutup plastik di rak di supermarket di ibu kota Yordania, Amman, selama boikot produk Prancis pada 26 Oktober 2020. Seruan untuk memboikot barang-barang Prancis berkembang di dunia Arab dan sekitarnya, setelah Presiden Emmanuel Macron mengkritik kaum Islamis dan bersumpah untuk tidak "melepaskan kartun" yang menggambarkan Nabi Muhammad SAW. Komentar Macron muncul sebagai tanggapan atas pemenggalan kepala seorang guru, Samuel Paty, di luar sekolahnya di pinggiran kota di luar Paris awal bulan ini, setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW selama kelas yang dia pimpin tentang kebebasan berbicara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Oknum Gerakan Pemuda Indonesia (GPI) memboikot Negara Prancis lantaran sang Presiden, Emmanuel Macron, dinilai menghina Islam.

Pada Selasa (3/11/2020) siang, 20 orang dari GPI membeli produk Perancis di Indomaret, Jalan Johar Menteng, Jakarta Pusat.

Saksi mata kejadian, Nandar (45), mengatakan puluhan orang tersebut berbondong-bondong datang ke sana mengendarai sepeda motor.

"Banyak ada puluhan orang naik motor. Tapi ada empat orang berseragam polisi mengawasi mereka," kata Nandar saat diwawancarai TribunJakarta.com, di lokasi, Kamis (5/11/2020).

Dikatakan Nandar, puluhan orang dari GPI satu di antaranya ada yang membawa bambu dan diikat dengan bendera merah-putih.

Beberapa di antara mereka masuk ke Indomaret untuk berbelanja makanan dan minuman asal Prancis.

Baca juga: Musim Hujan, Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Kembali Diaktifkan di Kepulauan Seribu

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Larang Perusahaan Ajukan Penangguhan Kenaikan UMP Atas Nama Asosiasi

"Setelah belanja, mereka sempat menginjak-injak makanan dan minumannya. Ada tiga kardus minuman botol dan ciki-cikian," beber Nandar.

Dia melanjutkan, aksi tersebut berjalan kondusif.

"Tidak rusuh. Mereka sampai sini langsung masuk ke dalam lalu keluar. Habis itu enggak lama mereka pergi membawa makanan dan minumannya," tutup Nandar.

TribunJakarta.com pun telah mengkonfirmasi kepada pegawai Indomaret guna menanyakan berapa jumlah barang yang dibeli GPI saat itu.

Namun, pegawai Indomaret yang bekerja pada Selasa itu, hari ini tidak ada.

"Saya tidak tahu. Kalau yang masuk hari Selasa, karyawannya yang sif siang. Hari ini mereka enggak ada," ucap pegawai Indomaret yang enggan menyebut nama, di lokasi dan waktu yang sama.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved