Breaking News:

Bakal Jadi Tempat Wisata, Area Waduk Wirajasa Ditanam Tanaman Khas Jakarta

Pemkot Jakarta Timur menargetkan Waduk Wirajasa di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar tak hanya sebagai tempat menampung debit air.

TribunJakarta.com/Bima Putra
Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar saat meninjau pengerjaan Waduk Wirajasa di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jumat (13/11/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Pemkot Jakarta Timur menargetkan Waduk Wirajasa di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar tak hanya sebagai tempat menampung debit air.

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan Waduk Wirajasa yang kini dalam tahap pengerjaan bakal jadi arena destinasi wisata gratis bagi warga.

"Di tengah waduk akan kita buat seperti pulau, di pinggir waduk ditanam pohon khas Jakarta. Seperti Kecapi, Jamblang, Rambutan, dan juga tanaman lain agar jika warga ingin mencari tanamanan langka bisa mampir," kata Anwar di Makasar, Jakarta Timur, Jumat (13/11/2020).

Bila pembangunan Waduk Wirajasa ditargetkan beres di akhir tahun 2020, pengerjaan destinasi wisata direncanakan mulai digarap pada tahun 2021.

Pasalnya untuk sekarang penyelesaian masalah banjir di RW 06, RW 07, dan RW 08 Kelurahan Cipinang Melayu lewat waduk masih jadi fokus utama.

"Pengerjaan destinasi wisata ini melibatkan semua SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Jadi Sudin Pertamanan untuk penanaman pohonnya, lalu tebar benih ikan dari Sudin KPKP (Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan)," ujarnya.

Anwar menuturkan meski pengejaran Waduk Wirajasa belum 100 persen namun hasilnya terbukti cukup ampuh menyelesaikan masalah banjir.

Baca juga: Pemkot Bekasi Genjot Hasil Produksi Pertanian Dalam Kota

Baca juga: Dikabarkan Undang 10 Ribu Orang, Anies Jadi Saksi hingga Lokasi Pernikahan Anak Rizieq Shihab Besok

Menurutnya di awal peralihan masuk musim hujan ini RW 06, RW 07, dan RW 08 di Kelurahan Cipinang Melayu kini sudah terbebas dari banjir.

Pun efektivitasnya harus diuji saat puncak musim hujan terjadi yang diperkirakan baru berlangsung bulan Januari-Februari tahun 2021 mendatang.

“Setelah adanya waduk ini, walaupun baru 60 persen, RW 06, RW 07 dan RW 08 yang biasanya terjadi banjir sekarang sudah tidak terjadi banjir lagi," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved