Guru Ngaji di Bekasi Dibegal Saat Berangkat Salat Subuh
Seorang Guru ngaji di Kota Bekasi bernama Abdul Hakim menjadi korban pembegalan, sepeda motor dan ponsel miliknya raib dibawa kabur komplotan penjahat
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK MELATI - Seorang Guru ngaji di Kota Bekasi bernama Abdul Hakim menjadi korban pembegalan, sepeda motor dan ponsel miliknya raib dibawa kabur komplotan penjahat jalanan.
Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede Polres Metro Bekasi Kota Iptu Santri Dirga mengatakan, kejadian tersebut berlangsung di Jalan Raya Kampung Sawah, Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.
"Kejadian Minggu lalu (15/11/2020) sekira pukul 03.30 WIB, korban seorang guru ngaji mau berangkat untuk menunaikan salat subuh," kata pria yang akrab disapa Dirga, Minggu (22/11/2020).
Dirga menjelaskan, detik-detik aksi kejahatan jalanan itu terekam CCTV, korban yang mengendari sepeda motor seorang diri berangkat dari kontrakan tempat ia tinggal.
"Korban berencana salat subuh di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Kampung Sawah, mengendari sepeda motor jenis Honda Beat B-4818-KIP, warna biru putih," jelasnya.
Korban melaju dengan kecepatan sedang 20 kilometer per jam, kondisi jalanan yang sepi tiba-tiba datang dua pelaku dari arah belakang menggunakan sepeda motor.
"Kira-kira setelah berjalan 3 kilometer dari kontrakan ada dua orang pelaku yang mengendari sepeda motor matic dan menyenggol korban hingga terjatuh," tambahnya.
Korban yang sudah terjatuh tiba-tiba langsung dihampiri pelaku yang diduduk diboceng, ia lantas diacungkan celurit hingga membuatnya lari meninggalkan kendaraan.
"Korban tukut, dia reflek menjauh dari kendaraan, HP-nya (ponsel) saat dia disenggol juga turut jatuh," terang Dirga.
Baca juga: Baliho Bergambar Rizieq Shihab di Kabupaten Bekasi Turut Ditertibkan Petugas
Baca juga: FPI Tidak Terdaftar sebagai Ormas? Berikut Penjelasan Kapuspen Kemendagri
Baca juga: Cegah Covid-19, Polisi Semprot Disinfektan di Sekitar Rumah Rizieq Shihab
Tidak lama setelah itu kata Dirga, dari arah belakang datang kawanan pelaku berjumlah empat orang menggunakan tiga sepeda motor.
"Kawanan pelaku yang baru datang ini langsung membantu dua pelaku eksekutor membawa kabur sepeda motor dan HP (ponsel) milik korban," katanya.
Kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Pondok Gede, tim unit reskrim langsung melakukan penyelidikan termasuk memeriksa bukti rekaman CCTV.
"Unit reskrim telah melakukan penyelidikan namun belum ada saksi yang menyaksikan kejadian karena situasi dan kondisi yang sangat sepi," tuturnya.
Sedangkan untuk bukti rekaman CCTV, Dirga menjelaskan pihaknya masih berupaya melakukan penyelidikan guna mengetahui identitas komplotan pelaku.
"Serta CCTV yang kurang jelas sehingga belum dapat mengidentifikasi wajah dan nopol (nomor polisi) kendaraan sepeda motor pelaku," tandasnya.