Sisi Lain Metropolitan
Belajar Pengobatan Terapi Telur Secara Kilat, Cerita Suhri Sukarela Obati Sesama
Berawal dari pasien, Suhri akhirnya bisa obati tiap individu melalui terapi telur. Suhri merupakan Wakil Kesiswaan di SMPN 209 Kramat Jati.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Berawal dari pasien, Suhri akhirnya bisa obati tiap individu melalui terapi telur.
Suhri merupakan Wakil Kesiswaan di SMPN 209, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Awalnya, ia mengaku tak memiliki keahlian untuk mengobati sesama.
Namun semuanya berubah saat ia melihat saudaranya melakukan terapi telur.
"Iya awalnya bisa terapi telur ini 3 tahun lalu. Awalnya di tawari sama saudara untuk terapi telur aja sewaktu pulang kampung ke Ciamis pas mertua usai dikebumikan," katanya di Jakarta Timur, Rabu (25/11/2020).
Kemudian setelah melihat banyaknya orang yang diobati, Suhri pun tertarik dan mengatakan ingin belajar terapi telur.
"Pak Haji itu (terapi telur) ada doa khususnya ya? Kok orang-orang pada kesakitan gitu," tanyanya kala itu.
"Enggak ada. Ini ma bismillah aja," balas saudaranya.
"Kalau gitu, saya mau dong belajar biar bisa bantu orang juga," sahut Suhri.
Akhirnya, ia pun mencari telur ayam kampung yang digunakan sebagai bahan baku pengobatan.
Dalam waktu satu hari dan terbilang kilat ia mempelajari tekni pengobatan melalui terapi telur.
Sekiranya setengah jam berlalu, Suhri baru bisa mempraktekan cara menggenggam telur saat terapi secara benar.
"Dibilang sulit ya ada. Apalagi kan saya belajarnya otodidak dan kilat ya. Itu susahnya pas megang telurnya. Kalau terlalu kuat bisa pecah nanti," jelasnya.
Tanpa rasa lelah, Suhri terus mencoba melakukan terapi telur selama seminggu di Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/suhri-wakil-kesiswaan-smpn-209-yang-bisa-lakukan-pengobatan-terapi-telur-di-jakarta-timur.jpg)