Breaking News:

Diego Maradona: Pemain Jenius yang Buat Ketir-ketir Lawan, Ada Agama Khusus yang Memuja Sang Pemain

Di Argentina, ada agama khusus yang memuja sang legenda sepak bola Diego Maradona dan sekarang sudah memiliki pengikut sekitar 120.000 hingga 200.000.

The Sun/Getty Images
Di Argentina, ada agama khusus yang memuja sang legenda sepak bola Diego Maradona dan sekarang sudah memiliki pengikut sekitar 120.000 hingga 200.000. 

Obelisk dikenal sebagai tempat berkumpul di pusat Buenos Aires untuk perayaan sepak bola.

Jika sepak bola adalah sebuah agama di Argentina, maka Maradona adalah "Tuhan" mereka.

Apalagi, bagi para pendiri Gereja Maradoniana, sebuah grup yang kebanyakan basis aktivitasnya di internet, yang menggunakan bahasa religius untuk menghormati sang pemain, seperti yang dilansir dari France 24.

"Saya memilih untuk tidak berbicara. Saya akan pergi ke Obelisk hari ini," kata Guillermo Rodriguez, seorang penggemar yang membuat tato idolanya pada 30 Oktober untuk merayakan ulang tahun ke-60 Maradona.

Baca juga: 8 Obat Tradisional untuk Menghilangkan Selulit Secara Alami, Tak Perlu Pakai Laser!

Rodriguez (42 tahun), tidak bisa menahan air matanya. Ia mengatakan bahwa sekarang dia tidak akan pernah bisa memenuhi mimpinya untuk memeluk idolanya.

"Saya benar-benar terkejut, duka yang mendalam," kata Gabriel Oturi, (68 tahun).

"Saya akan jujur kepada Anda. Saya pikir dia adalah pria hebat yang tidak memiliki orang-orang yang sangat baik di sekitarnya, yang dimanfaatkan banyak," tambah Oturi.

Perjuangan Maradona dengan obat-obatan sepanjang karirnya adalah bagian dari apa yang membuat Argentina begitu protektif terhadap pahlawan mereka.

Seorang pengguna media sosial tanpa nama menjadi viral dengan pesan yang mengatakan Maradona "adalah Tuhan yang mengembara, kotor dan berdosa. Yang paling manusiawi dari Tuhan."

Baca juga: Bocoran Penampakan Samsung Seri Galaxy S21, Hadir 3 Model hingga Kabar Dirilis Januari 2020

Pemain Jenius yang Ditakuti Lawan

Maradona merupakan anak kelima dari delapan bersaudara yang lahir pada 30 Oktober 1960 di Buenos Aires, Argentina.

Melansir Biography, ia bergabung dengan Los Cebollitas, tim junior dari salah satu klub terbesar di Argentina, Argentinos Juniors sejak usia 10 tahun.

Sejak saat itu, ia menunjukkan bakat yang luar biasa dan mampu membawa timnya mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam 136 pertandingan.

Ia pun memulai karier profesionalnya bersama tim senior sebelum ulang tahunnya yang ke-16, usia yang masih tergolong sangat muda untuk pesepak bola profesional.

Karier profesional Dengan postur tubuh pendek, Maradona dikenal sebagai pemain jenius yang kerap membahayakan gawang lawan.

Baca juga: Bocoran Penampakan Samsung Seri Galaxy S21, Hadir 3 Model hingga Kabar Dirilis Januari 2020

Puncak kariernya sebagai pemain timnas Argentina terukir kala ia sukses menjuarai Piala Dunia 1986.

Di ajang itu, Maradona mencatatkan dua gol bersejarah yang selalu dikenang sampai saat ini.

Gol pertama dicetak dengan tangan kirinya yang membuatnya dijuluki sebagai "Tangan Tuhan".

Sementara, gol kedua dicetak berhasil melewati lima pemain lawan.

Secara keseluruhan, Maradona berhasil mengemas 34 gol di dalam 91 penampilannya bersama Argentina.

Setelah menjuarai Piala Dunia itu, ia membawa Napoli menjuarai Serie A Italia di musim pertamnya bersama klub itu.

Sepanjang kariernya, Maradona tercatat pernah memperkuat sejumlah tim besar, seperti Barcelona, Sevilla, Napoli, dan Boca Juniors.

Ia juga menjadi pemain pertama dalam sejarah sepak bola yang mencatatkan dua rekor nilai transfer tertinggi, seperti dikutip dari BBC, Rabu (25/11/2020).

Rekor transfer pertama tercatat kala ia berseragam Barcelona dengan biaya sebesar 5 juta euro, sedangankan rekor kedua ketika ia di Napoli dengan total transfer mencapai 6,9 juta euro.

(TribunJakarta/Kompas.com)

Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved