Obat Tradisional
7 Obat Tradisional Berkhasiat Mencegah Kanker Prostat, Salah Satunya Semangka
Bagaimana cara mencegah kanker prostat menggunakan ramuan obat tradisional? Berikut ulasannya.
Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tak bisa dipugkiri bahwa, kanker prostat adalah penyakit yang paling dikhawatirkan bagi sebagian besar pria.
Pasalnya, prostat berhubungan dengan alat reproduksi dan alat vital, sehingga gangguan ini akan menjadi momok bagi pria karena khawatir impoten.
Prostat merupakan bagian dari sistem reproduksi pria, yang berupa kelenjar yang mengelilingi kandung kemih dan uretra.
Maka dari itu, kamu kaum pria wajib melakukan pencegahan terhadap penyakit yang kerap mengintai kaum pria ini.
Pencegahan yang dilakukan pun mudah, cukup memanfaatkan ramuan obat tradisional dari bahan-bahan alami.
Lantas bagaimana cara mencegah kanker prostat menggunakan ramuan obat tradisional?\
Baca juga: 7 Obat Tradisional untuk Mengatasi Ejakulasi Dini, Apa Saja?
Berikut ulasan lengkapnya:
1. Tomat dan produk turunannya
Jika warna pink (pita pink) melambangkan perlawanan terhadap kanker payudara, warna merah mungkin bisa menjadi simbol sebagai pelawan kanker prostat.
Sebuah antioksidan yang terkadung pada tomat, biasa disebut likopen dapat membantu mencegah atau memperlambat pertumbuhan kanker prostat.
Baca juga: 6 Obat Tradisional Atasi Ambeien atau Wasir, Bisa Dicoba di Rumah!
Baca juga: Cara Menghilangkan Lipoma Alias Benjolan Lemak Tanpa Operasi, Coba 5 Obat Tradisional Herbal Ini
Baca juga: 6 Obat Tradisional untuk Menghilangkan Benjolan di Payudara, Wanita Wajib Tahu!
Dalam melakukan tugasnya, likopen bekerja dengan cara mencegah aktivitas radikal bebas dalam merusak sel-sel, termasuk di dalam DNA.
Kerusakan DNA dapat menyebabkan sel-sel sehat berubah menjadi kanker.
Sebuah studi menunjukkan kebiasaan diet dan gaya hidup dari 50.000 laki-laki, yang makan setidaknya dua porsi saus tomat dalam seminggu mengalami penurunan risiko kanker prostat sebesar 23 persen.
2. Kunyit
Bumbu kekuningan ini mengandung curcumin, senyawa yang mungkin memiliki sifat anti-inflamasi.
Studi menunjukkan, curcumin mengganggu metabolisme sel-sel kanker prostat.
Penelitian Jepang terbaru memperkuat gagasan bahwa senyawa ini menekan penyebaran sel kanker prostat.
3. Semangka
Dari sebuah studi tahun 2017 terungkap, untuk setiap 2 miligram (mg) likopen yang dikonsumsi partisipan setiap hari, mereka mengalami penurunan 1 persen dalam risiko terkena kanker prostat.
Nah, semangka merupakan salah satu sumber likopen, di mana 1 1⁄2 cangkir semangka daging merah mengandung 9 hingga 13 mg likopen.
Baca juga: Cara Alami Meningkatkan Gairah Seksual Wanita, Coba 6 Ramuan Obat Tradisional Ini
4. Ikan sarden
Sarden memiliki asam lemak omega-3, yang dapat meningkatkan kesehatan sel prostat, kata David A. Levy, M.D., ahli urologi di Glickman Urological & Kidney Institute.
Ia melanjutkan, makan lebih banyak omega-3 dapat meningkatkan tingkat metabolisme sel prostat setelah enam pekan.
5. Teh hijau
Penelitian menunjukkan bahwa teh hijau dapat membantu menurunkan risiko kanker prostat.
Tak hanya itu, teh hijau juga membantu menurunkan kolesterol dan meningkatkan memori.
Baca juga: Catat! Ini 6 Obat Tradisional untuk Menyembuhkan Cantengan, Tanpa Rasa Sakit
6. Jus delima
Jus buah delima penuh dengan bahan kimia alami yang disebut polifenol.
Ini adalah sejenis antioksidan kuat, dan karena alasan itulah mengapa jus delima dikatakan cukup baik dalam melawan kanker.
Beberapa studi awal menunjukkan, polifenol dalam jus muncul untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker dan mendorong sel-sel kanker untuk membunuh diri mereka sendiri.
7. Wortel
Senyawa yang sama yang bertanggung jawab untuk penglihatan yang baik juga dapat membantu melindungi prostat.
Dalam sebuah studi terbaru di Vietnam, pria yang banyak mengonsumsi wortel memiliki kemungkinan 65 persen lebih kecil untuk terkena kanker prostat dibandingkan yang sedikit makan buah oranye tersebut.
Mengapa? Karena karoten dalam wortel mungkin lebih "bioavailable" daripada di makanan lain, yang artinya tubuh lebih mampu menyerap nutrisi.
(TribunJakarta/GridHealth/Kompas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-organ-intim-laki-laki_20181009_172333.jpg)