Tanya Dokter

Dokter Ungkap Cara Mudah Atasi Hidung Tersumbat Pada Anak, Benarkah Pakai Cairan NaCl?

Dokter spesialis anak, Wanda Gautami menyarankan terapi rumahan yang aman dan efektif, untuk mengatasi hidung tersumbat.

Tayang:
freepict
Ilustrasi bayi - Dokter spesialis anak, Wanda Gautami mengungkapakn terapi rumahan yang aman dan efektif, untuk mengatasi hidung tersumbat, saat menjadi narasumber di YouTube Tanya Dokter. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Saat anak mengalami batuk dan pilek, gejala hidung tersumbat sering kali menjadi momen yang paling menyiksa bagi si kecil.

Kondisi ini membuat bayi menjadi rewel, sulit menyusu, hingga terganggu waktu tidurnya karena kesulitan bernapas.

Dokter spesialis anak, Wanda Gautami menyarankan terapi rumahan yang aman dan efektif, untuk mengatasi hidung tersumbat.

Cuci Hidung Menggunakan NaCl: Aman untuk Bayi di Atas 4 Bulan

Untuk membantu mengencerkan lendir yang menyumbat saluran napas, dr. Wanda sangat merekomendasikan metode cuci hidung (nasal irrigation)/

Cuci hidung menggunakan spuit atau jarum suntik tanpa jarum yang diisi cairan NaCl 0,9 persen.

Metode ini aman dilakukan secara mandiri oleh orang tua di rumah.

"Bayi di atas usia 4 bulan, kita sudah bisa lakukan cuci hidung. Kita ambil cairan NaCl-nya, lalu kita bisa posisikan anak agak sedikit lebih maju, dan sedikit miring, lalu kita semprotkan ke hidung yang di sebelahnya. Lalu saat disemprot, pelan-on saja, tidak perlu terlalu cepat, jadi kecepatannya yang pas, sehingga akhirnya cairan nanti keluar ke sebelahnya," urai dr. Wanda dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Tanya Dokter.

BATUK DAN PILEK PADA ANAK - Dokter spesialis anak, Wanda Gautami, mengungkapkan bahwa faktor terbesar yang memicu batuk dan pilek justru sering kali tidak kasat mata.
BATUK DAN PILEK PADA ANAK - Dokter spesialis anak, Wanda Gautami, mengungkapkan bahwa faktor terbesar yang memicu batuk dan pilek justru sering kali tidak kasat mata. (YouTube Tanya Dokter)

Metode pembersihan ini tidak memiliki batasan dosis harian yang ketat layaknya obat-obatan kimia, sehingga bisa disesuaikan dengan tingkat keparahan sumbatan pada hidung anak.

"Ini bisa dilakukan berkali-kali sampai dirasa sudah bersih. Jadi tidak ada dosis maksimalnya, karena ini kan kita mencuci istilahnya ya, membersihkan sampai kira-kira bersih. Sehari pun bisa dilakukan sering, misalnya 4-5 kali, sebelum makan, sebelum tidur, sesuai dengan kebutuhan," tambahnya.

Selain efektif mengalirkan lendir keluar, kandungan garam fisiologis ini juga membawa manfaat tambahan untuk mukosa hidung anak.

"Paling sering memang karena lendir itu sendiri. Jadi ketika kita sudah cuci, itu kan ada air garamnya juga, dia selain ada sifat antiseptik, bisa mencuci juga, mengeluarkan virus yang ada di mukosa hidung, jadi mempercepat penyembuhan juga," ungkapnya.

Hindari Obat Bebas dan Ramuan Uap Mandiri yang Sembarangan

Di tengah maraknya tren media sosial yang menyarankan penguapan mandiri menggunakan campuran minyak kayu putih atau zat aromatik lainnya, dr. Wanda memberikan catatan kritis.

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang mendukung efektivitas metode uap dengan campuran minyak esensial tersebut untuk mempercepat kesembuhan saluran napas anak.

"Memang secara literatur belum ada ya yang menilai uap dengan kayu putih atau dengan zat-zat tertentu itu bisa mempercepat penyembuhan atau tidak. Tapi intinya adalah membuat anak merasa nyaman. Jangan sembarangan gitu menaruh-naruh zat-zat untuk anak gitu," tegas dr. Wanda.

Daripada mengambil risiko dengan ramuan uap yang belum teruji, orang tua disarankan memilih alternatif lain yang jauh lebih aman untuk menghangatkan tubuh bayi.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved