Berawal Konflik Putrinya Pacaran Sejenis, Pria Ini Tembak Ayah Kekasih Anaknya Karena Tersinggung

Satipi (40) emosi nekat menembak kepala ayah kekasih anaknya, Kodir (43) di Dusun II Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Kurniawati Hasjanah
Tribun Sumsel/ Winando Davinchi
Satipi tersangka penembakan terhadap Kodir di Dusun II Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, akhirnya diringkus polisi, Kamis (26/11/2020). 

"Dan setelah itu pelaku langsung kabur meninggalkan Desa Sungai Ceper," ucap Alamsyah.

Kepolisian Polsek Sungai Menang saat berada di lokasi tempat penembakan terjadi di depan Masjid Nurul Iman Desa Sungai Ceper, Selasa (24/11/2020).
Kepolisian Polsek Sungai Menang saat berada di lokasi tempat penembakan terjadi di depan Masjid Nurul Iman Desa Sungai Ceper, Selasa (24/11/2020). (TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI/DOKUMENTASI POLISI)

Ditangkap

Tiga hari kabur, Satipi berhasil diamankan pihak kepolisian di tempat persembunyiannya.

Satipi bersembunyi di tempat rekannya di Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji dinihari, Kamis (26/11/2020).

Dijelaskan polisi, perbuatan pelaku diancam dengan pasal berlapis hukuman maksimal seumur hidup.

Sementara itu, Satipi sempat mengucapkan penyesalannya sambil tertunduk lesu.

Ia mengaku, awal mula permasalahannya dengan keluarga Kodir karena anak-anaknya.

Baca juga: Momen Pertandingan yang Selalu Dikenang Oscar Aravena saat Berseragam Persija

"Memang permasalahan didasarkan karena anak saya dan anak korban selama ini memiliki hubungan spesial atau pecinta sesama jenis," tuturnya.

Satipi meminta maaf kepada keluarga korban dan keluarganya.

Ia mengaku akan bertanggungjawab dengan apa yang telah diperbuatnya.

"Iya saya sangat menyesal sekali telah melakukan penembakan, dan saya juga meminta maaf kepada keluarga korban,"

"Selain itu untuk keluarga besar saya sendiri juga mohon dimaafkan,"

"Saya akan mempertanggungjawabkan tindakan yang sudah dilakukan," pungkasnya singkat sembari digiring petugas kepolisian.

Alamsyah mengatakan, hal yang mendasari aksi nekat Satipi karena ia tersinggung.

"Sebenarnya pelaku ini merasa tersinggung karena dalam acara musyawarah kedua, dari pihak korban yang datang menghadiri hanya 3 orang,"

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved