Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Wali Kota Airin Ungkap Penyebab Tingginya Angka Kematian Akibat Covid-19 di Tangsel

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, mengatakan, dirinya sudah mengetahui penyebab tingginya angka kematian Covid-19 di wilayahnya. 

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Selasa (1/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Angka kematian pasien Covid-19 di Tangerang Selatan (Tangsel) sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Per hari ini, Selasa (1/12/2020), pasien Covid-19 Tangsel yang meninggal dunia sudah 118 orang, bertambah satu dari hari sebelumnya.

Secara total, jumlah kasus terkonfirmasi positif Tangsel mencapai 2.872 kasus, sedangkan yang sembuh sudah 2.408 kasus, dan yang masih dirawat dan isolasi sebanyak 346 kasus.

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, mengatakan, dirinya sudah mengetahui penyebab tingginya angka kematian Covid-19 di wilayahnya. 

Orang nomor satu di Tangsel itu mengungkapkan, banyaknya pasien Covid-19 yang meninggal dunia karena terlambat datang ke rumah sakit.

"Kan kalau kematian sudah jelas ya bagaimana orang yang datang ke rumah sakit itu terlambat," ujar Airin di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Selasa (1/12/2020).

Solusi dari Airin adalah dengan mengetatkan kembali penerapan isolasi mandiri berkualitas.

Baca juga: Terkonfirmasi Positif Covid-19, Begini Kondisi Terkini Gubernur Anies Baswedan

Baca juga: Positif Covid-19 Tanpa Gejala, Anies Baswedan Jalani Isolasi Mandiri di Rumah Dinas

Isloasi mandiri berkualitas itu adalah isolasi yang dipantau ketat oleh petugas satgas dan puskesmas.

Hal itu membuat, jika ada pasien Covid-19 yang mengalami perburukan, maka akan cepat dilarikan ke rumah sakit.

"Oleh karena itu kita sedang dorong dan kita usahakan dengan kita asistensi dari pemerintah pusat untuk melakukan isolasi mandiri berkualitas," ujarnya. 

Selain pendampingan, penyediaan ruang rawat inap dan kamar ICU pun akan ditingkatkan. 

"Ya makanya Satgas kita dorong, puskesmas kita dorong, kesadaran masyarakat kita dorong di samping tadi saya sampaikan bagaimana kesiapan ruang ICU dan awat inap," ujarnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved