Breaking News:

Tepis Isu Keretakan Beda Pendapat Soal Kenaikan RKT DPRD DKI, PSI: Kami Solid, Saling Mengingatkan

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membantah adanya isu keretakan dalam tubuh partainya akibat beda pendapat soal kenaikan Rencana Kerja Tahunan (RKT)

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Tangkapan layar dari video viral di media sosial yang memperlihatkan anggota Fraksi PSI DPRD DKI William Aditya Sarana tengah memberi klarifikasi soal penolakan partainya terkait RKT DPRD DKI Tahun 2021. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membantah adanya isu keretakan dalam tubuh partainya akibat beda pendapat soal kenaikan Rencana Kerja Tahunan (RKT) DPRD DKI menjadi Rp 888 miliar. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membantah adanya isu keretakan dalam tubuh partainya akibat beda pendapat soal kenaikan Rencana Kerja Tahunan (RKT) DPRD DKI menjadi Rp 888 miliar.

Adapun isu keretakan ini mencuat setelah beredar sebuah video di media sosial berisi pernyataan dua anggota Fraksi PSI, yaitu Viani Limardi dan William Aditya Sarana yang menyatakan setuju dengan kenaikan RKT tersebut.

Bahkan, kedua politisi muda itu mengaku merasa dikhianati oleh partainya sendiri.

“Di fraksi kami solid, saling mengingatkan,” ucap anggota Fraksi PSI August Hamonangan memberi penjelasan, Kamis (3/12/2020).

Persetujuan PSI atas kenaikan RKT DPRD DKI tahun 2021 juga diamini oleh Ketua Pansus RKT Mohammad Taufik.

Bahkan, politisi Gerindra itu menyebut, perwakilan PSI turut memberikan tanda tangan persetujuan.

Terkait hal ini, August tak membantahnya.

Menurutnya, kehadiran perwakilan PSI dalam rapat pansus merupakan hal yang biasa.

Baca juga: Kritik Keras Terhadap Anggota DPRD DKI yang Minta Kenaikan Gaji Saat Pandemi Covid-19

“Kalau pun media mendengar ada anggota fraksi yang ikut rapat pansus, itu hal yang wajar karena itu perwakilan dari fraksi PSI untuk mengikuti tahapan pansus,” ujarnya dalam diskusi virtual.

Ia menambahkan, dengan ikut rapat pansus, bukan berarti PSI langsung menyetujui kenaikan anggaran tersebut.

Justru hasil dari rapat tersebut bakal kembali dibahas oleh internal partai untuk selanjutnya menentukan sikap yang diambil oleh PSI.

Baca juga: Diperiksa Polisi Terkait Kasus Tes Swab Rizieq Shihab, Bima Arya: Kita Hormati Proses Hukum

“Rapat paripurna minggu lalu yang menjadi pegangan dan kami sampaikan laporan ke DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) dan DPP (Dewan Pimpinan Pusat),” kata dia.

“Kami pun sepakat dengan DPW dan DPP (soal kenaikan RKT), kenaikan RKT itu ditolak,” sambungnya menjelaskan.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved