Breaking News:

China Borong Batubara Senilai USD 1.467 M, Anak Usaha MMS Group Jadi Salah Satu Eksportir

APBI mengungkapkan bahwa Tiongkok akan membeli batubara termal Indonesia senilai US$1,467 miliar.

ThinkStock via Kompas
Ilustrasi batu bara 

TRIBUNJAKARTA.COM - PT Multi Harapan Utama (MHU) anak usaha dari MMS Group Indonesia (MMSGI), perusahaan perdagangan batubara Indonesia, menjadi salah satu dari enam eksportir utama batubara ke Tiongkok.

Keikutsertaan ini merupakan bagian dari kerja sama Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesi (APBI) dan China Coal Transportation and Distribution Association (CCTDA) yang difasilitasi oleh pemerintah untuk meningkatkan ekspor batubara Indonesia ke Tiongkok.

Kesepakatan kerja sama ini ditandatangani Rabu lalu (25/11), oleh Ketua Umum APBI, Pandu Patria Sjahrir dan Liang Jia Kun selaku perwakilan dari CCTDA, kedua pihak sepakat untuk menandatangani kontrak pembelian batu bara tahun 2021, dan berkomitmen untuk melaksanakan isi kontrak tersebut.

FOLLOW JUGA:

Penandatanganan MoU secara virtual tersebut dilakukan bersama dengan enam perusahaan batubara Indonesia seperti MMSGI, Adaro, Bukit Asam, Banpu, Noble, dan ITOCHU. Dalam kesempatan ini MMSGI di wakilkan oleh Edmund Tan, Director Marketing Trading and Logistics MMSGI.

Acara penandatanganan di atas juga disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, perwakilan dari Kedutaan China serta, Duta Besar Berkuasa Penuh Indonesia untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun.

Baca juga: Tak Tega Tinggalkan Anak Sakit Saat Kerja, Begini Ketegaran Ibu Merawatnya: Semampunya Saya Berdoa

APBI mengungkapkan bahwa Tiongkok akan membeli batubara termal Indonesia senilai US$1,467 miliar dan diharapkan akan ada peningkatan ekspor batu bara ke Tiongkok sebesar 200 juta ton di 2021.

"Penandatanganan MoU memberikan kepastian dalam upaya serta strategi kami agar dapat menjadi eksportir batubara terbesar di Indonesia," ucap Adri Martowardojo, Head of Corporate Strategy and Communication MMSGI  dalam keteranganya pada Selasa (8/12).

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kelanjutan dari Pertemuan Bilateral Pemerintah Indonesia yang dilaksanakan di Yunnan, China, pada Bulan Oktober lalu untuk mensinergikan kebijakan di tengah pandemi Covid-19.

"Terima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan APBI yang telah memfasilitasi hubungan baik ini, kedepan MMSGI juga akan terus mempersiapkan diri sejalan dengan arahan pemerintah khususnya dalam melakukan hilirisasi industri tambang yang nantinya dapat memberikan nilai tambah untuk Indonesia," imbuh Adri.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved