Tak Lagi Celupkan Jari ke Tinta Usai Mencoblos, Ini Sederet Aturan Baru di Pilkada Serentak 2020

Berikut rincian 15 aturan baru pada Pilkada serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Editor: Muji Lestari
KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi Pilkada. Simak 15 aturan baru pada Pilkada serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak dilaksanakan pada hari ini, Rabu (9/12/2020).

Kali ini, pelaksanaan Pilkada berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena Indonesia masih dalam masa pandemi virus corona Covid-19.

Dalam situasi pandemi virus corona, penyelenggara pemilihan menetapkan prosedur pemungutan suara untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Salah satunya yakni tidak mencelupkan jari ke tinta bagi mereka yang sudah menggunakan hak pilihnya.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, setelah masyarakat nyoblos, nantinya ada petugas yang meneteskan tinta ke jari pencoblos.

"Setiap pemilih yang selesai mencoblos tidak lagi mencelupkan jari ke dalam botol tinta, tetapi tintanya akan diteteskan oleh petugas," ujar Pramono kepada Kompas.com, Jumat (13/11/2020).

Baca juga: Ini Daftar Bantuan yang Diperpanjang Sampai 2021, Ada BLT UMKM hingga Subsidi Gaji

Hal itu dilakukan karena virus corona dapat menempel di permukaan jari seseorang, terlebih bila ia belum membersihkan tangannya.

Selain itu, Pramono juga mengungkapkan 15 aturan baru dalam pemungutan suara di TPS dalam Pilkada serentak 2020.

Penerapan 15 aturan baru di TPS tersebut telah sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.

Berikut rincian 15 aturan baru di Pilkada serentak 2020 :

Baca juga: 2 Cara Mudah Klaim Token Listrik Gratis PLN Bulan Desember 2020, via Website atau WA 0812 2123 123

Baca juga: Simak Panduan dan Tata Cara Mencoblos di Pilkada Serentak 9 Desember 2020, Bawa Alat Tulis Sendiri

1. Jumlah pemilih per-TPS dikurangi dari maksimal 800 menjadi maksimal 500 orang.

2. Kehadiran pemilih ke TPS diatur jamnya, setiap jam untuk sekian pemilih. Jadi, kehadiran pemilih rata per jam, tidak menumpuk pada pagi hari seperti sebelumnya.

3. Saat pemilih antre di luar ataupun di dalam TPS diatur jaraknya, sehingga tidak terjadi kerumunan.

4. Dilarang bersalaman, terutama antara petugas KPPS dengan pemilih, termasuk sesama pemilih.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved