Laporan Studi Mengungkap Lama Vaksin Covid-19 Lindungi Tubuh dari Virus Corona

Sejumlah negara mulai melakukan vaksinasi Covid-19 kepada warganya. Berapa lama vaksin Covid-19 melindungi tubuh?

Freepik
Ilustrasi vaksin covid-19. Sejumlah negara mulai melakukan vaksinasi Covid-19 kepada warganya. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sejumlah negara mulai melakukan vaksinasi Covid-19 kepada warganya.

Hal tersebut tidak terlepas dari keberhasilan uji coba vaksin Covid-19.

Indonesia pun berencana akan melakukan vaksinasi Covid-19 mulai Januari 2021.

Vaksin Covid-19 itu diharapkan dapat membunuh virus corona dan meningkatkan kekebalan tubuh sehingga pandemi bisa berakhir.

Tetapi, masih terdapat sejumlah pertanyaan mengenai lama vaksin Covid-19 dapat memberikan kekebalan terhadap virus corona.

Sebuah laporan menyatakan, vaksin Covid-19 bisa melindungi tubuh dari virus selama kurang lebih 119 hari, atau sekitar tiga bulan.

Studi itu dimuat ke dalam surat di New England Journal of Medicine.

Para dokter memantau 34 pasien pertama yang menerima vaksin Covid-19 Moderna.

Mereka menemukan, pada awalnya tubuh membentuk antibodi, namun antibodi itu akan menurun dalam beberapa minggu setelah vaksin diberikan.

Namun, antibodi itu masih tetap ada di tubuh pasien selama tiga bulan setelah kedua dosis diberikan, dan dalam tingkat lebih tinggi ketimbang pasien yang benar-benar baru pulih dari infeksi Covid-19, menurut The Washington Post.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Gratis Dilakukan Mulai Januari 2021, Jokowi Jelaskan Usia Anak Belum Bisa Divaksin

Baca juga: Pemerintah Gratiskan Vaksin Covid-19, Presiden Jokowi Tegas: Saya yang Divaksin Pertama Kali

"Memang jumlahnya kecil, tapi ini kabar baik," kata Kathleen Neuzil, direktur University of Maryland School of Medicine's Center for Vaccine Development and Global Health.

Temuan tersebut bukan berarti kekebalan terhadap virus corona setelah disuntik vaksin hanya bertahan tiga bulan, melainkan durasi yang ditemukan para peneliti sejauh ini.

Para peneliti berencana melakukan lebih banyak penelitian untuk melihat berapa lama vaksin Covid-19 dapat bertahan.

Mereka juga berharap dapat mengembangkan tes darah yang membantu mengukur tingkat perlindungan seseorang.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved